Merries For Moms

Penyebab Anak Jadi Suka Memukul Temannya

0 16
Penyebab Anak Jadi Suka Memukul Temannya

Ada kalanya Moms mendapati si Kecil yang baru menginjak bangku sekolah menunjukkan sikap yang kurang menyenangkan seperti memukuli seseorang saat keinginannya tidak terpenuhi. Hal ini pun terjadi pula kala si Kecil bermain dengan teman sepermainan. Memukulinya kembali jelas bukan tindakan yang tepat dan bijak, tetapi mendiamkannya dalam waktu lama malah akan memperparah situasi. Moms dan Dads selaku orangtua perlu mengenali penyebabnya terlebih dahulu sebelum menanganinya.

Berikut ini ada alasan-alasan si Kecil menjadi ‘ringan tangan’ kepada temannya.

Kesulitan Mengekspresikan Emosinya

Kekesalan, kekecewaan, dan frustrasi adalah sebagian bentuk emosi yang sering dialami si Kecil. Pada usia tertentu, si Kecil belum mampu mengekspresikan emosinya lewat ucapan karena keterbatasan kosa kata. Kemudian, karena kesulitan untuk mengungkapkannya, si Kecil menggunakan cara lain, yakni lewat fisik dan salah satu di antaranya adalah dengan memukul.

Merasa Ruang Privasinya Terganggu

Jika Moms membatasi tempat bermain si Kecil dengan teman-temannya, secara tidak langsung Moms pun mengurangi ruang mobilitasnya. Moms dan Dads sebagai orang dewasa mungkin tidak akan sulit untuk ‘mengusir’ orang-orang yang melanggar ruang privasinya. Namun, si Kecil yang masih sukar dalam mengungkapkan ekspresinya akan melakukannya dengan cara yang berbeda.

Merasa Iri dengan Saudara Kandung

Sebenarnya, adalah hal wajar saat seorang anak cemburu dengan kehadiran saudara kandung baru di tengah keluarga, karena selama ini dia yang jadi pusat perhatian Moms dan Dads. Khususnya kalau usia si Kecil dengan sang saudara selisihnya hanya sedikit. Si Kecil lantas merasa terabaikan atau sendirian dan untuk mengungkapkannya, dia akan melakukan tindakan fisik seperti memukul.

Menginginkan Posisi Saat Bermain

Berselisih saat bermain dengan teman-teman sepermainan adalah hal wajar, tentu tetapi kalau berlarut-larut dan memicu perkelahian tentu harus segera dilerai. Si Kecil yang merasa tersisihkan dan merasa sulit untuk mengungkapkan emosi atau pendapatnya akan memakai cara lain seperti memukuli teman sepermainannya karena tidak memperoleh kedudukan yang dia inginkan.

Kekesalan yang Memicu Tindakan

Tindakan si Kecil yang menjadi ‘ringan tangan’ bisa saja dimulai dari rumah, khususnya Moms dan Dads sebagai orangtua. Pasangan ibu dan ayah yang terlalu sering memakai kata-kata perintah untuk memberi arahan kepada anaknya malah akan memicu rasa kesal. Si Kecil akan merasakan jarak yang terbentang dan kesulitan untuk menunjukkan emosi kepada orangtuanya.

Sensitif Terhadap Hal-hal Sekitar

Moms perlu mengetahui kalau si Kecil adalah sosok yang sangat sensitif, bahkan terhadap hal-hal kecil yang terjadi di sekitarnya. Misalnya saat Moms dan Dads sedang menghadapi masalah sampai lupa mengurus si Kecil. Si Kecil yang tersisihkan pun akan merasa terabaikan dan kurangnya perhatian lantas mendorongnya untuk memukul.

artikel terkait

komentar

Klik disini untuk memberikan komentar.