Merries For Moms

Benarkah Radiasi Alat Elektronik Tidak Baik untuk Janin?

0 25
Benarkah Radiasi Alat Elektronik Tidak Baik untuk Janin?

Perkembangan teknologi yang berkembang pesat menjadikan perangkat elektronik seperti smartphone dan tablet sebagai kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan. Berbagai kalangan, mulai dari anak-anak yang masih sekolah hingga orang lanjut usia tampak memegang gadget tersebut. Tak terkecuali ibu-ibu yang sedang mengandung—mungkin salah satunya Moms yang mengandalkan smartphone atau tablet untuk mencari informasi seputar kehamilan.

Namun, pemakaian perangkat elektronik yang terlalu berlebihan dapat menimbulkan efek samping bagi Moms yang sedang hamil. Sebuah riset yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa radiasi yang berasal dari gawai seperti smartphone akan memberi pengaruh terhadap si Kecil, terutama untuk pertumbuhan serta perkembangan otaknya.

Riset tersebut dilakukan terhadap tikus yang sedang hamil. Tikus diletakkan pada sebuah kotak yang diisi gawai dalam keadaan aktif. Ketika tikus melahirkan, kepala dari anaknya menunjukkan keganjilan. Alih-alih kepala, bentuk dari bagian tubuh tersebut lebih menyerupai gumpalan daging. Dalam hitungan jam, anak tikus tadi pun mati. Kendati otak manusia dengan tikus berbeda jauh, kemungkinan dampak negatif dari radiasi perangkat elektronik akan tetap terjadi.

Kemudian, sebuah universitas di Amerika Serikat melakukan studi yang hampir serupa terhadap dua ekor tikus yang ditempatkan pada dua tempat berbeda. Pada satu kandang diletakan beberapa gawai dalam beberapa mode: aktif dengan suara, silent, dan tidak aktif. Begitu seluruh gawai yang berada di kadang kehabisan daya baterai, tikus yang ditempatkan pada kandang dengan gawai tampak bergeming di pojok kandang. Sedangkan tikus yang diletakkan tanpa gawai di dalam kandangnya bersikap normal.

Hugh Taylor dari Yale School of Medicine menyatakan bahwa kemunduran serta terhambatnya tumbuh kembang otak ternyata disebabkan radiasi yang masuk ke dalam tubuh manusia secara tidak langsung melalui gawai-gawai tadi. Namun, ada segelintir ilmuwan yang tidak sepakat dengan hipotesis Taylor. Menurut Katya Rubia dari Kings College London, amniotic fluid yang melindungi si Kecil di dalam rahim akan melindunginya dari serangan radiasi.

Menurut tulisan dari Gizmag.com, hingga kini belum ada riset yang memberikan hasil pasti tentang efek samping perangkat elektronik terhadap tubuh manusia, terutama tentang radiasinya. Di sisi lain, bukan berarti Moms dapat memakai smartphone sesuka hati. Sebagian besar dokter tetap menganjurkan para ibu yang sedang mengandung untuk tidak meletakkan perangkat elektronik terlalu dekat dengan perut atau kandungan mereka.

artikel terkait

komentar

Klik disini untuk memberikan komentar.