Dads Bisa Mengajari Si Kecil Mengambil Keputusan dengan Cara Ini

Merries Insight
01 Mei 2016
Umum
Share
Dads Bisa Mengajari Si Kecil Mengambil Keputusan dengan Cara Ini

Kemampuan dalam mengambil keputusan merupakan salah satu skil dasar untuk mendidik anak supaya lebih mandiri. Ketika sudah mampu mengambil keputusan, si kecil akan menjelma menjadi pribadi yang penuh tanggung jawab, penuh perhitungan dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik.

Nah Dads, berikut merupakan beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk mengajarkan si kecil mengenai cara mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang.

Beri Contoh

Menurut Peter L. Stavinoha, seorang psikolog anak di Children’s Medical Center Dallas, menyatakan jika anak butuh contoh bagaimana cara orang tuanya mengambil keputusan. Menurut beberapa penelitian, anak yang terlahir dari keluarga otoriter, akan cenderung bertindak otoriter dimasa depannya.

Degan fakta ini, Peter menyatakan jika contoh yang sering si kecil lihat dan rasakan sendiri, merupakan cara terbaik untuk memberikan pendidikan bagaimana cara dia mengambil keputusan nantinya.

Batasi Pilihannya

Untuk membuat si kecil mampu mengambil keputusan, Dads bisa memberikan pendidikan ini sejak dini, salah satu caranya adalah dengan memberikan batasan dari setiap pilihan yang anda ajukan.

Misal, ketika si kecil ingin membeli boneka beruang dan boneka lumba-lumba, cobalah untuk memberikan pilihan, beli boneka lumba-lumba, dan tidak boneka beruang, atau sebaliknya. Dengan cara ini, si kecil akan terlatih untuk belajar bagaimana cara membuat prioritas, minimalnya standarnya adalah, kesukaan!

Bantu Ia Memilah

Ketika si kecil dihadapkan pada pilihan yang sulit, si kecil biasanya cenderung bimbang. Bahkan tidak jarang mereka akan merengek agar anda tidak memberikan pilihan yang sulit.

Misal, ketika si kecil ingin membeli boneka beruang dan lumba-lumba, dan anda sudah memberikan si kecil kebebasan untuk memilih, saatnya anda mulai bantu si kecil untuk mempermudah pilihan tersebut. Dads bisa katakan, kalau boneka beruang kan sudah ada, gimana kalau lumba-lumba saja. Biar komplit!

Mainkan Berbagai Skenario

Michelle P. Maidenberg, direktur klinis Westchester Group Works di New York menyatakan, ketika si kecil bertanya kepada diri sendiri atau membandingkan sesuatu, kondisi ini secara tidak langsung telah membuat proses berpikirnya sedikit melambat.

Untuk mempercepatnya kembali, anda bisa mulai memainkan beberapa skenario yang mudah dan bisa diterima si kecil. Contohnya saja skenario tentang boneka beruang dan lumba-lumba.

Dengan cara tersebut, Dads bisa melatih si kecil untuk menjadi anak yang mampu mengambil keputusannya sendiri. So, selamat mencoba!