Waspada Shaken Baby Syndrome

Merries Insight
09 Februari 2016
Tumbuh Kembang
Share
Waspada Shaken Baby Syndrome

Saat si kecil rewel, apa yang akan Moms lakukan? Memberinya susu atau menggendong dan kemudian menimangnya? Jika yang Moms lakukan adalah menimang, melempar anak ke atas lalu menangkapnya, Moms perlu hati-hati dengan bahaya shaken baby syndrome.

Shaken baby syndrome adalah trauma pada anak akibat guncangan yang berlebih. Bahaya shaken baby syndrome sangatlah fatal jika tidak ditindaklanjuti dengan benar karena dapat menyebabkan perdarahan otak, tidak sadarkan diri hingga kematian.

Gejala yang mungkin timbul ketika si kecil terkena shaken baby syndrome adalah muntah, rewel, panas dan pada kasus berat dapat terjadi kejang dan perdarahan pada retina mata. Karena itu, perhatikan cara menimang si kecil ya, Moms.

Cara menimang si kecil yang benar agar tidak terdampak bahaya shaken baby syndrome adalah menimangnya dengan penuh kasih sayang dan tidak terlalu keras. Jika memungkinkan, jangan terlalu sering menimang si kecil ketika berusia masih sangat dini. Ini dikarenakan saat masih kecil struktur kepala si kecil masih sangat lunak dengan ukuran otaknya yang kecil. Akibatnya guncangan sedikit berlebihan saja sudah menimbulkan efek bahaya bagi si kecil. Keadaan ini diperparah dengan adanya rongga antara tengkorak dan otak si kecil sebagai ruang perkembangan otak, akibatnya otak sangat rentan terhadap benturan.

Meski bahaya shaken baby syndrome akan selalu mengintai, namun ini hanya berlaku untuk anak yang masih terlalu dini saja. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya usia semakin keras struktur kepala si kecil sehingga kemungkinan goncangan dapat diminimalisir. Usia aman dari bahaya shaken baby syndrome adalah usia di atas 3 tahun. Jadi Moms, jangan pernah mengguncangkan tubuh si kecil yang berusia di bawah itu.

Selain menimang dan menghamburkan si kecil ke udara, masih ada lagi lho Moms pemicu shaken baby syndrome yang sering tak kita sadari. Antara lain, bermain kuda-kudaan, berlari sambil menggendong si kecil di punggung, benturan pada kepala, dan memutar bayi.

Yang perlu Moms lakukan untuk menghindari terjadinya shaken baby syndrome adalah memastikan seluruh anggota keluarga dan baby sitter tahu persis apa itu shaken baby syndrome, bagaimana ciri-cirinya dan apa bahayanya bagi si kecil. Ingatkan pada semua orang yang ada di rumah untuk tidak menggendong bayi jika dalam keadaan emosi atau argumen, karena keadaan seperti inilah yang seringkali membuat orang mengguncang si kecil secara tak sengaja.

Jika si kecil terguncang secara tak sengaja, segera periksakan ke dokter dan katakan bahwa Moms baru saja mengguncang si kecil tanpa sengaja. Secara umum dokter akan menanyakan keluhan yang timbul setelah guncangan dan akan melanjutkan dengan ct scan jika diindikasikan ada bahaya shaken baby syndrome berupa perdarahan otak.