Pentingnya Melatih Motorik Halus atau Motorik Halus pada Anak

Merries Insight
04 Februari 2015
Tumbuh Kembang
Share
Pentingnya Melatih Motorik Halus atau Motorik Halus pada Anak

Moms, bayi dilahirkan tidak dengan kemampuan motorik yang sempurna. Kemampuan motorik pada bayi lambat laun akan berkembang seiring dengan usia bayi. Perkembangan motorik ini tentu perlu distimulasi melalui aktivitas belajar dan praktik. Penguasaan gerakan motorik pada bayi, baik motorik halus maupun motorik kasar, tak lain adalah kombinasi antara pertumbuhan fisik anak dan pengembangan keterampilan anak melalui pengalaman-pengalaman. Kemampuan motorik tidak hanya sebatas pada kemampuan anak untuk berjaln, berlari, atau bergerak secara aktif saja, melainkan juga kemampuan anak untuk menulis, menggambar, dan membuat karya seni. Maka dari itu, sangat penting bagi Moms untuk terus melatih motorik halus dan kasar buah hati anda agar kelak saat sekolah buah hati anda tidak mengalami kesulitan.

Keterampilan motorik halus

Yang dimaksud dengan keterampilan motorik halus adalah kemampuan anak dalam melakukan gerakan-gerakan halus dan kecil seperti mengambll potongan biskuit dengan menggunakn jari-jari tangannya. Moms dapat melatih kemampuan motorik halus buah hati anda dengan kegiatan-kegiatan sederhana seperti menggambar bentuk segitiga atau lingkaran. Kemampuan motorik halus ini nantinya akan sangat berguna ketika anak akan memakai pakaian sendiri, makan makanannya sendiri, menunjuk suatu objek, membuka pintu, menyikat gigi sendiri, dan aktivitas sederhana lainnya yang dibutuhkannya untuk hidup mandiri. Sayangnya di era serba digital ini, sangat penting bagi moms untuk melatih lebih giat lagi. Sebut saja contohnya latihan untuk menggerakan mouse komputer, menyentuh dan menggeser layar gadget layar sentuh, dan mengetik keyboard laptop/ komputer.

Keterampilan motorik kasar

Yang termasuk keterampilan motorik kasar antara lain melempar dan menangkap bola, berlari, berjalan, memanjat, dan masih banyak contoh lainnya. Sebagian besar balita dan anak-anak yang memasuki usia prasekolah mempunyai banyak kegiatan yang lebih banyak menggunakan keterampilan motorik kasar. Anak-anak usia 6-7 tahun biasanya sangat menyukai aktivitas melompat dan berlari dan bahkan anak-anak di usia tersebut mampu mengkoordinasikan kedua gerakan tersebut. Sedang di usia remaja, remaja putera-puteri juga akan memfokuskan kecepatan dan kekuatan gerakan/ aktivitasnya.