Penanganan Campak Jerman pada Anak-Anak

Merries Insight
05 Februari 2015
Umum
Share
Penanganan Campak Jerman pada Anak-Anak

Campak jerman atau sering dikenal dengan nama campak rubella (campak 3 hari) dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Campak rubella ini timbul karena adanya infeksi virus yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan pada penderitanya. Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh virus ini termasuk dalam kategori gangguan kesehatan ringan bagi penderita anak-anak. Namun damapaknya sedikit lebih berat bagi orang dewasa terutama wanita hamil. Adapun gejala-gejala umum dari campak rubella ini antara lain:

  • Timbul ruam-ruam merah yang muncul mulai dari wajah kemudian menjalar ke bagian tubuh bawah (wajah-leher-tangan-kaki)
  • Demam ringan dengan suhu tubuh di bawah 38,9 derajat Celsius
  • Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi di leher bagian belakang, belakang telinga, dan dasar tengkorak
  • Mata memerah akibat radang
  • Hidung meler dan tersumbat seperti flu
  • Rasa nyeri pada persendian
  • Sakit kepala

Jika moms menjumpai gejala-gejala di atas pada buah hati anda, sebaiknya lakukan beberapa penanganan sebagai berikut:

  • Memberikan obat penurun panas/ demam yang aman untuk anak-anak
  • Ajak buah hati untuk beristirahat
  • Memberikan buah hati makanan yang bergizi agar sistem imunnya kembali kuat dan mampu memangkal virus-virus penyebab campak rubella
  • Jika demam semakin tinggi dan dalam waktu 3 hari ruam tak kunjung hilang, segera periksakan buah hati anda ke dokter spesialis anak.

Nah, sedang untuk mencegah terjangkitnya campak rubella, moms perlu memberikan vaksin pada buah hati anda. vaksin yang diberikan sebaiknya adalah vaksin kombinasi yaitu vaksin campak, gondong, dan vaksin rubella (MMR). Vaksin ini berperan sebagai pelindung dari ketiga virus penyebab penyakit gondong, rubella, dan campak. Vaksin MMR terbilang sangat efektif untuk memberikan kekebalan pada tubuh buah hati anda. Vaksin ini biasanya akan diberikan pada bayi yang berusia 12 bulan (vaksinasi pertama). Vaksin yang sama diberikan kembali saat anak sudah berusia 4 hingga 6 tahun. Vaksinasi kedua juga boleh diberikan 28 hari setelah pemberian vaksin pertama.