Masalah-Masalah Plasenta yang Bisa Menganggu Janin

Merries Insight
28 Agustus 2016
Tumbuh Kembang
Share
Masalah-Masalah Plasenta yang Bisa Menganggu Janin

Selain rahim, placenta merupakan bagian terpenting selama masa kehamilan. Organ yang berkembang dalam rahim ini, menjadi satu-satunya pemasok oksigen dan nutrisi bagi bayi, sekaligus menjadi jalur pembuangan limbah produk darah selama masa kehamilan.

Sayang, beberapa kondisi bisa menyebabkan plasenta bermasalah, misalnya saja abrupsio plasenta, plasenta previa dan akreta plasenta. Penyebabnya pun beragam, dari mulai faktor usia, kehamilan kembar, tekanan darah tinggi, trauma pada perut dan lainnya.

Moms, agar kita bisa mengenal lebih dekat tentang plasenta, berikut merupakan beberapa masalah yang biasa terjadi pada plasenta, dan berpotensi mengganggu perkembangan janin.

Abrupsio plasenta

Abrupsio plasenta merupakan masalah dimana plasenta lepas dari dinding bagian dalam rahim sebelum persalinan. Kondisi ini cukup berbahaya, bahkan bisa menyebabkan perdarahan di vagina, kram perut hingga rasa sakit yang tak tertahankan.

Tidak hanya itu, pasokan oksigen dan nutrisi yang disediakan untuk bayi pun akan mengalami masalah. Solusinya terbaiknya adalah, melakukan persalinan dini lewat jalur operasi.

Plasenta previa

Plasenta previa merupakan kondisi dimana plasenta menutupi sebagian, atau bahkan seluruh leher rahim. Kondisi ini biasanya terjadi di awal kehamilan, dan berpotensi normal kembali dengan sendirinya seiring dengan rahim yang semakin tumbuh.

Walaupun begitu, Moms harus tetap waspada dengan kondisi ini. Pasalnya, plasenta previa bisa mengancam keselamatan Moms dan janin dalam kandungan, terutama jika ditemukan di waktu persalinan.

Plasenta akreta

Plasenta akreta merupakan masalah yang terjadi karena pembuluh darah plasenta tumbuh terlalu menusuk ke dalam dinding rahim. Kondisi ini menyebabkan perdarahan yang sangat hebat di trimester akhir masa kehamilan, dan berpoetnsi menyebabkan Ibu hamil kekurangan darah setelah melahirkan.

Biasanya, Ibu hamil dengan plasenta akreta membutuhkan persalinan caesar, yang disempurnakan dengan operasi pengangkatan rahim atau histerektomi abdominal.

Retensio plasenta

Retensio plasenta merupakan kondisi dimana plasenta tidak lepas secara secara normal pasca persalinan. Kondisi ini biasanya disebabkan karena plasenta yang terperangkap di bagian belakangan leher rahim, atau dalam beberapa kondisi ditemukan plasenta yang masih melekat didalamnya.

Biasanya, jika plasenta tidak keluar dalam kurun waktu 30 s/d 60 menit, dokter akan segera melakukan pengangkatan untuk mengeluarkan plasenta tersebut secara manual.

Bagaimana Moms, cukup mengerikan bukan? Semoga masalah-masalah plasenta tidak normal yang disebutkan diatas, tidak sampai menimpa Moms!