Kepercayaan Tradisional Seputar Bayi

Merries Insight
02 November 2015
Tumbuh Kembang
Share
Kepercayaan Tradisional Seputar Bayi

Tidak hanya di Indonesia saja, bahkan beberapa negara yang masyarakatnya sudah maju, banyak mengenal mitos seiring dengan kelahiran bayi. Walaupun begitu, ada beberapa mitos yang mampu dibuktikan secara ilmiah sehingga menjadi fakta, tapi ada pula mitos dapat langsung dibantah secara ilmiah.

Berikut merupakan beberapa kepercayaan tradisional mengenai bayi baru lahir, berikut penjelasannya secara ilmiah.

Bayi yang senang dan bahagia sangat jarang menangis

Mitos tersebut begitu populer di hampir seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tapi faktanya, sebagian besar bayi baru lahir pasti akan lebih sering menangis ketimbang tertawa, bahkan tangisan ini akan semakin sering terdengar di usia 2-3 minggu. Ingat, tidak ada hubungan antara ukuran kebahagiaan dengan tangisan.

Bayi baru lahir harusnya tidak rewel dan tidak kembung

Faktanya, semua bayi bisa saja berubah menjadi rewel karena dalam perutnya terdapat banyak gas yang mereka hisap setelah menyusu. Di saat seperti ini, secara alami gas tersebut akan keluar lewat proses kentut, atau sendawa. Untuk itu, Moms disarankan untuk menyendawakan si kecil setelah menyusu.

Bayi gumoh bahaya dan disebabkan ASI

Banyak orang tua yang khawatir dengan mitos ini, tapi faktanya, gumoh merupakan hal yang wajar, dan biasa terjadi pada bayi baru lahir. Selain itu, tidak ada hubungannya antara ASI dengan susu formula sebagai penyebab gumoh.

Bila bayi sering menangis berarti kolik

Bayi yang menangis, bahkan mengejang-ngejang merupakan salah satu tanda jika mereka merasa sakit. Tapi belum tentu tangisan ini disebabkan karena kolik atau sakit perut, masih banyak penyebab lainnya yang menyebabkan si kecil menangis seperti merasakan sakit, sebut saja lapar dan lainnya.

Susu formula yang banyak mengandung zat besi penyebab konstipasi

Beberapa merek susu formula memang diperkaya dengan berbagai nutrisi lainnya, salah satunya adalah zat besi. Sayangnya, tambahan zat besi ini pun kerap disalahartikan sebagai penyebab konstipasi. Justru sebaliknya, bayi yang baru lahir sangat membutuhkan zat besi tambahan untuk pertumbuhannya.

Selain itu, masih banyak sekali mitos lainnya yang berkembang, termasuk mitos yang berbau mistis, yang sudah pasti diragukan kebenarannya. So, jadilah ibu yang cerdas, yang mampu membedakan mana mitos dan mana fakta, agar kekhawatiran berlebih tidak terjadi. Selamat menjadi ibu cerdas Moms!