Kenalan Yuk Sama Alergi Sperma!

Merries Insight
17 November 2015
Umum
Share
Kenalan Yuk Sama Alergi Sperma!

Dads, kalau alergi susu, alergi obat tertentu atau alergi cuaca, itu sih sudah biasa. Tapi bagaimana ya dengan alergi sperma? Walaupun satu kondisi yang cukup langka, tapi alergi sperma memang benar-benar nyata. Alergi sperma sendiri menunjukkan tingginya antibodi Moms terhadap sperma Dads, sehingga sperma tersebut tidak mampu untuk membuahi, sampai akhirnya mati karena sistem antibodi tersebut.

Seperti kita ketahui, setiap manusia dibekali dengan sistem antibodi yang secara otomatis akan mengembangkan bentuk pertahanan diri terhadap datangnya benda asing atau antigen yang masuk ke dalam tubuh. Pada prinsipnya, antibodi ini memiliki manfaat yang sangat besar sebagai benteng pertahanan pertama tubuh dari masuknya bibit penyakit atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Bagaimana alergi sperma bisa terjadi?

Semua sperma yang masuk ke dalam vagina, kemudian beranjak ke rahim dan bertemu dengan sel telur wanita, semuanya akan berhadapan dulu dengan sistem antibodi. Tapi uniknya, sperma pria yang terdiri dari satuan protein dan polisakarida ini masih sanggup bertahan karena sistem antibodi wanita cenderung rendah.

Tapi sayangnya, ternyata masih ada sebagian kecil wanita yang memiliki sistem antibodi yang sangat tinggi, sampai akhirnya menyebabkan sperma tidak bisa bertahan hidup di dalamnya. Dalam dunia medis, kondisi ini di sebut dengan istilah alergi sperma.

Bagaimana cara mengatasi alergi sperma?

Banyak cara yang bisa di tempuh untuk mengatasi ini, salah satunya adalah dengan mengikuti program terapi kondom. Terapi ini sendiri dilakukan dengan cara, Dads harus menggunakan kondom setiap kali berhubungan intim. Bahkan dalam beberapa kondisi, Moms and Dads diharuskan untuk selalu menggunakan kondom setiap akan berhubungan intim, selama 6-8 bulan.

Terapi ini diharapkan supaya sperma tidak masuk ke dalam tubuh istri, sehingga vagina Moms masih tetap steril dari sperma, di saat rutin melakukan hubungan intim. Setelah 6-8 bulan waktu terapi, diharapkan kadar antibodi Moms terhadap sperma Dads akan menurun secara perlahan, dan setelah itu barulah sperma akan bisa masuk tanpa harus kalah di perjalanan.

Bagaimana Moms and Dads, sudah tahu kan pengertian kondisi alergi sperma?