Ibu, Yuk Kenali Gangguan Telinga Pada Anak!

Ibu, Yuk Kenali Gangguan Telinga Pada Anak!

Artikel ini meliputi :

  • Apa yang Menyebabkan Si Kecil Mengalami Gangguan Pendengaran?
  • Apa Indikasi Si Kecil Mengalami Gangguan Pendengaran?
  • Pemeriksaan Gangguan Telinga Dengan OAE
  • Apa Akibat Gangguan Pendengaran Pada Si Kecil?
  • Apa yang Harus Dilakukan Saat Si Kecil Mengalami Gangguan Pendengaran?

Pendengaran merupakan salah satu panca indera yang harus dipertahankan sejak dini. Sayang Moms, gangguan pendengaran pada anak tergolong sulit dideteksi sejak dini. Bahkan terkadang, orangtua terlambat menyadari gangguan ini, hingga akhirnya penanganannya pun menjadi terlambat.

Apa yang Menyebabkan Si Kecil Mengalami Gangguan Pendengaran?

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran pada Si Kecil. Walaupun begitu, dari semua kasus gangguan pendengaran pada anak, mayoritas disebabkan karena kelainan genetik, atau kecelakaan yang membuat pendengaran Si Kecil terganggu.

Misalnya, telingan Si Kecil tertusuk cotton bud saat dibersihkan, terjatuh dan lainnya. Nah, selain karena faktor kelainan genetik (bawaan sejak lahor) dan kecelakaan, dilansir dalam parenting.co.id, berikut beberapa hal yang menyebabkan gangguan pendengaran pada Si Kecil.

  • Infeksi yang terjadi selama masa kehamilan.
  • Mengonsumsi obat yang tergolong ototoksik pada ibu hamil.
  • Trauma lahir atau kecelakaan saat melahirkan.
  • Riwayat kulit kuning atau jaundice hingga membutuhkan transfusi tukar
  • Riwayat infeksi otak atau tulang belakang
  • Riwayat infeksi telinga

Sebenarnya, masih banyak masalah lain yang menyebabkan pendengaran Si Kecil terganggu. Bahkan seperempat bayi yang lahir dengan gangguan pendengaran, tidak diketahui secara pasti apa penyebab. Untuk memastikannya, segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter THT untuk memastikan apa Si Kecil memang benar-benar mengalami gangguan pendengaran atau tidak.

Apa Indikasi Si Kecil Mengalami Gangguan Pendengaran?

Sebenarnya indikator pendengaran bisa dikatakan normal atau tidak, bukan berdasarkan kemampuan Si Kecil bisa mendengar atau tuli sama sekali, melainkan bisa didapat dari perhitungan kemampuan mendengar hingga hitungan skala tertentu.

Pendengaran Si Kecil dinyatakan normal kalau dia mampu mendengar suara dalam skala 0 s/d 120 dB. FYI, nilai 0 dB merupakan bentuk suara berbisik, dan 20 dB merupakan suara vokal alias suara seseorang ketika berbicara dan 120 dB merupakan suara berisik, seperti pesawat terbang.

Sementara itu, Si Kecil bisa dimasukan dalam kategori mengalami gangguan pendengaran jika:

  • Hanya memiliki kemampuan mendengar pada suara dengan kekuatan 20-39 dB. Gangguan ini masuk dalam kategori gangguan pendengaran ringan.
  • Hanya mampu mendengar 40-69 dB alias hanya bisa mendengar suara jarak dekat. Gangguan ini masuk dalam kategori sedang.
  • Hanya mampu mendengar suara dengan kekuatan 70-89 dB. Gangguan ini masuk dalam kategori berat atau hanya bisa mendengar suara kencang saja.

Untuk memastikannya, Anda bisa melakukan beberapa tes respon. Misalnya dengan membunyikan suara yang menarik perhatian (misalnya Garpu Tala atau Triangle) di telinga kanannya, dan lihat apakah ada respon yang diberikan atau tidak. Lakukan hal yang sama untuk sisi telinga lainnya.

Tapi ingat, lakukan pengetesan ini dengan bunyi suara pelan terlebih dahulu. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya lakukan pemeriksaan ini bersama dokter THT ya Moms.

Pemeriksaan Gangguan Telinga Dengan OAE

Baru-baru ini Indonesia resmi mengadaptasi pemeriksaan wajib pendengaran bayi baru lahir yang berasal dari Joint Committee on Infant Hearing, Amerika. Ada beberapa bagian pemeriksaan fisik yang harus diperiksa, diantaranya Oto Acoustic Emission (OAE).

Proses pemeriksaan telinga dengan menggunakan alat OAE sendiri dilakukan cukup singkat, hanya sekitar 10 detik per telinga saja. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi hambatan yang terjadi di cairan tengah, di saluran telinga luar hingga terjadinya kerusakan rambut sel di rumah siput atau koklea.

Jika hasil pengukuran menunjukan indikator pass, bisa disimpulkan jika pendengaran Si Kecil normal, sementara jika hasil pemeriksaan menunjukan indikator failed, dapat disimpulkan jika pendengaran Si Kecil terganggu. Tapi untuk indikator failed, biasanya akan dilakukan pemeriksaan secara berulang.

Apa Akibat Gangguan Pendengaran Pada Si Kecil?

Bukan hanya berdampak kepada hilangnya indera pendengaran saja, jika Si Kecil mengalami gangguan pendengaran tanpa melakukan terapi apapun, masalah ini bisa menyebabkan perkembangan Si Kecil terhambat, terutama perkembangan bahasa dan berbicara.

Lebih dari itu, gangguan pendengaran pun bisa mengganggu kemampuan kognitif Si Kecil, yang terdiri dari kemampuan berpikir, mengetahui dan memutuskan. Selain itu, gangguan pendengaran pun bisa mengganggu perkembangan emosi dan perkembangan lainnya.

Karena itulah Moms harus lebih waspada dan segera periksakan ke dokter jika Si Kecil terlihat mengalami gangguan pendengaran.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Si Kecil Mengalami Gangguan Pendengaran?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan identifikasi gangguan pendengaran sedini mungkin. Setelah itu, baru Anda bisa mulai menerapkan terapi jenis apa yang harus dilakukan untuk bisa membuat dunia Si Kecil kembali ramai.

Untuk melakukan ini, tentu saja peran ahlinya yaitu seorang dokter THT sangat dibutuhkan. Bahkan kalau memang diperlukan, Si Kecil bisa diarahkan untuk menggunakan alat bantu pendengaran untuk mengatasi masalah pendengaran yang ia alami.