Emosi Bayi dan Ekspresi Orang-Orang di Dekatnya

Merries Insight
26 Desember 2014
Tumbuh Kembang
Share
Emosi Bayi dan Ekspresi Orang-Orang di Dekatnya

Moms, tahukah anda, bayi yang berusia 8 hingga 10 bulan akan mulai sering mencari ibunya untuk mendapatkan petunjuk tentang bagaimana harus bertindak dalam kondisi yang tidak menentu. Bayi kemudian akan fokus untuk menggunakan mulut dan matanya sebagai media komunikasi dengan ibunya. Bayi berkomunikasi dengan cara membangun emosi/ perasaan melalui ekspresi orang-orang yang ada di dekatnya. Hal ini diungkapkan oleh Paul Holinger, M.D., yang tak lain adalah penulis buku yang berjudul What Babies Say before They Can Talk. Ternyata bayi belajar emosi dari ekspresi-ekspresi yang ditunjukan oleh orang-orang di sekitarnya. Berikut terdapat beberapa contoh emosi yang dipelajari bayi dari ekspresi ibu atau orang-orang dekatnya.

  • Ekspresi senang

Mama : “Nak, jus buahnya diminum, yuk.”

Bayi : Menatap anda lalu tersenyum.

Dari ekspresi di atas, kemungkinan besar bayi anda sangat menyukai jus yang sudah anda buat untuknya.

  • Ekspresi sedih

Mama : “Nak, mamah sakit perut.”

Bayi : memperlihatkan alisnya yang melengkung dan bibirnya yang bergetar lalu menangis.

Ekspresi bayi tersebut mungkin saja ia merasa sedih melihat ibunya sakit.

  • Ekspresi terkejut

Mama : Horee…! Papah hari ini pulang cepat, Nak.”

Bayi : matanya berkedip dan mulutnya membentuk huruf O.

Ekspresi tersebut menandakan bayi anda sangat terkejut dan sudah tak sabar untuk berjumpa dengan ayahnya.

  • Ekspresi takut

Mama : “Jangan sentuh itu, Nak. Itu panas.”

Bayi : matanya terbuka lebar, wajahnya menjadi pucat, dan tubuhnya gemetaran.

Ekspresi bayi di atas menunjukan bahwa ia sangat takut. Biasanya bayi akan menangis ketika merasa takut.

Sebenarnya masih ada beberapa contoh ekspresi lainnya yang sering diperlihatkan oleh bayi. Dengan mengetahui ekspresi yang ditunjukan oleh bayi, anda sebagai ibunya dapat memahami apa yang dirasakan oleh buah hati anda sehingga anda juga dapat mencari solusinya. Ketika bayi sedang merasa takut, misalnya, anda dapat menenangkannya dengan cara mendekap atau memeluknya. Ketika bayi sedang senang, anda juga boleh memeluknya sembari menunjukan rasa bahagia anda.