Dampak Buruk Stunting. Dari Mulai Masalah Kecerdasan Hingga Sebabkan TBC

Dampak Buruk Stunting. Dari Mulai Masalah Kecerdasan Hingga Sebabkan TBC

Artikel ini berisi tentang :

  1. Si Kecil Mengalami Masalah Kecerdasan
  2. Daya Tahan Tubuh Si Kecil Lemah
  3. Si Kecil Rentan Terserang TBC
  4. Risiko Masa Depan Tidak Menentu
  5. Cara Mencegah Stunting

Stunting merupakan kelainan gagal tumbuh yang disebabkan banyak hal, dari mulai kebutuhan nutrisi yang tidak dipenuhi dengan maksimal, Si Kecil lahir prematur, lahir dengan berat badan rendah, hingga cacingan. Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan banyak hal buruk pada Si Kecil. berikut merupakan beberapa dampak buruk stunting, dari mulai masalah kecerdasan hingga sebabkan TBC.

Si Kecil Mengalami Masalah Kecerdasan

Untuk bisa berkembang dan menjalankan fungsinya, otak butuh asupan nutrisi yang cukup. Dari mulai, protein, karbohidrat, asam lemak omega-3 dan lainnya. asupan nutrisi tersebut nantinya akan dibawa oleh darah sebagai carrier, hingga mencapai otak.  

Saat Si Kecil mengalami stunting, asupan gizi yang dibutuhkan otak pun akan terhambat. Hal inilah yang membuat Si Kecil berisiko mengalami masalah kecerdasan, yang berujung kepada Si Kecil yang sulit untuk mencetak prestasi akademik di sekolah.

Dengan kata lain, jika dibiarkan stunting bisa menyebabkan Si Kecil jadi bodoh. (oleh Dr dr Damayanti R. Sjarif, SpA(K), dokter spesialis anak dari Divisi Nutrisi Pediatrik dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI-RSCM, Jakarta).

Daya Tahan Tubuh Si Kecil Lemah

Stunting merupakan masalah yang cukup kronis. Menurut data Kemenkes-RI, prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2017, mencapai angka 29,6 persen. Angka ini jelas terbilang tinggi, meskipun dari tahun ke tahun tren ini terus mengalami penurunan.

Selain menyebabkan Si Kecil gagal tumbuh, yang ditandai dengan postur tubuh yang pendek, stunting pun bisa menyebabkan masalah daya tahan tubuh. Parahnya, kondisi ini akan terus mereka idap hingga dewasa nanti. (oleh dr Meta Hanindita SpA, dokter spesialis anak dari RSUD Dr Soetomo, Surabaya)

Menurut dr Meta, Si Kecil yang mengalami masalah stunting cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan membuatnya mudah terkena penyakit, seperti flu, batuk dan lainnya. Penelitian menyebut jika stunting berisiko menyebabkan penyakit degeneratif, seperti diabetes, jantung, hipertensi dan lainnya.

Selain itu, dampak sistem kekebalan tubuh yang lemah pun bisa menyebabkan penyakit lainnya terkait dengan serangan virus dan bakteri, seperti campak, cacar, TBC dan masalah kesehatan lainnya.

Si Kecil Rentan Terserang TBC

Status penurunan gizi yang dialami Si Kecil sangat berpengaruh kepada menurunnya daya tahan tubuh, sehingga kemampuan tubuh untuk menghadapi invasi kuman dan bakteri akan melemah. Hal inilah yang membuat Si Kecil sangat rentan mengalami TBC.

Jika dibandingkan dengan anak lainnya, risiko TBC jauh lebih tinggi dialami anak yang mengalami stunting. (oleh Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM, Menteri Kesehatan RI dalam acara Simposium Nasional Sinergitas Multi Aktor Dalam Pencegahan Stunting dan Eliminasi TBC)

Hal inilah yang membuat dr. Nila terus menyerukan program perbaikan gizi untuk anak demi mencegah stunting, yang berimbas kepada penurunan risiko Si Kecil mengalami TBC, dan sejumlah dampak buruk lainnya terkait stunting.

Sebagai tambahan, Indonesia sendiri angka penderita TBC tergolong masih tinggi, bahkan duduk di posisi ke-3 sebagai negara dengan tingkat TBC tertinggi di dunia, setelah China dan India. (oleh Anung Sugihantono, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI)

Risiko Masa Depan Tidak Menentu

Stunting bisa disebut sebagai lingkaran setan, yang tidak hanya menyebabkan dampak pada kesehatan, tapi juga bisa berpengaruh pada kondisi kehidupan di masa depan. Menurut penelitian, stunting bisa jadi penyebab penyebab kemiskinan pada suatu populasi.

Hal ini terbilang masuk akal, mengingat stunting akan menyebabkan kemampuan otak kurang maksimal, bahkan cenderung rendah. Kondisi inilah yang membuat Si Kecil terancam kurang produktif di masa depan. (oleh Prof Dr Bambang P.S Brojonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam acara Stunting Summit).

Selain itu, kaitan antara stunting dan risiko kemiskinan adalah, stunting bisa menyebabkan masalah sistem kekebalan tubuh, yang berujung kepada risiko mudah sakit, dan serangan beberapa penyakit kronis, seperti jantung, diabetes dan masalah lainnya.

Sama seperti dampak stunting pada otak, dampak stunting pada kesehatan ini pun beresiko menyebabkan masalah kemiskinan.

Cara Mencegah Stunting

Jangan khawatir Moms, stunting bisa dicegah. Kuncinya adalah pemenuhan gizi selama masa kehamilan, dan 1000 hari pertama setelah dilahirkan. Berikut merupakan beberapa trik untuk mencegah stunting, seperti dilansir dalam alodokter.

  1. Konsumsi makanan bergizi, seperti protein, asam folat, zat besi, karbohidrat, kalsium, vitamin dan lainnya. Beberapa makanan yang direkomendasikan adalah, daging merah, daging ayam tanpa kulit, ikan, jamur, kacang-kacangan, sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian. 
  2. Rutin berolahraga selama masa kehamilan. Beberapa olahraga yang disarankan adalah, berjalan kaki, senam kehamilan, berenang, yoga dan lainnya.
  3. Istirahat yang cukup, hindari stres, dan jauhi paparan asap rokok, serta polusi lainnya. Jauhi juga minuman beralkohol, dan junk food.
  4. Rutin periksa kandungan. Selama kehamilan, Moms setidaknya harus memeriksakan diri ke dokter sebanyak 8 kali, dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan USG minimalnya 1 kali.

Setelah melahirkan, pastikan Si Kecil mendapat asupan ASI eksklusif, dan mulai konsumsi MP-ASI setelah usia Si Kecil mencapai 6 bulan. Pastikan MP-ASI yang diberikan mengandung cukup nutrisi untuk mendukung pertumbuhannya.