Buat Balita, Pilih Obat Sirup, Tetes, atau Puyer Ya Moms?

Merries Insight
14 Agustus 2019
Tumbuh Kembang
Share
Buat Balita, Pilih Obat Sirup, Tetes, atau Puyer Ya Moms?

Artikel ini berisi :

  1. Obat Sirup Yang Paling Umum dan Praktis
  2. Obat Tetes Baik Untuk Anak Dibawah Usia 3 Tahun
  3. Obat Puyer Jadi Solusi Saat Obat Sirup Tidak Tersedia
  4. Obat sirup, tetes atau puyer. Mana yang terbaik?

Saat Si Kecil sakit, biasanya dokter akan meresepkan obat tertentu untuk dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan. Kalau diperhatikan, setidaknya ada 3 jenis obat yang biasa diberikan dokter kepada Si Kecil, yakni obat sirup, tetes atau puyer.

Dari ketiga jenis obat tersebut, kira-kira jenis obat mana ya yang paling direkomendasikan untuk Si Kecil berdasarkan tingkat kemudahan dan efektivitasnya.

Obat Sirup Yang Paling Umum dan Praktis

Diantara ketiga jenis obat yang biasa diberikan dokter, obat sirup merupakan jenis obat yang cukup umum dan tergolong praktis. Moms hanya perlu memberikan obat ini pada Si Kecil dengan bantuan sendok takar. Dengan begitu, resiko kelebihan dosis bisa dihindari.

Selain itu, obat sirup pun umumnya hadir dalam berbagai varian rasa menarik yang disukai Si Kecil. Alhasil, rasa obat yang menarik ini akan membuat Si Kecil dengan sukarela mengkonsumsi obat tersebut, bahkan bukan tidak mungkin justru dia yang akan memintanya.

Tapi ingat, pastikan Moms menggunakan sendok takar yang ada dalam kemasan obat tersebut. Pasalnya, berbeda sendok, beda juga kapasitasnya dan ini akan membuat dosis obat yang dikonsumsi Si Kecil menjadi berbeda.

Masalah dosis obat ini harus benar-benar diperhatikan, mengingat metabolisme Si Kecil masih sangat rapuh (dalam tahap penyempurnaan hingga usia 5 tahun) dan berisiko tinggi terhadap kesalahan pengobatan. (olah Daniel Frattarelli, M.D., pakar kesehatan anak di American Academy of Pediatric)

Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah Moms harus memastikan bahwa obat sirup yang diberikan pada Si Kecil tidak memakai pemanis buatan dan bebas pengawet.

Untuk kelompok usia, obat sirup lebih cocok diberikan pada Si Kecil yang berusia di atas 2 tahun, atau ketika Si Kecil sudah terbiasa dengan sendok dan sudah bisa menelan sendiri.

Obat Tetes Baik Untuk Anak Dibawah Usia 3 Tahun

Berbeda dengan obat sirup, obat tetes tidak membutuhkan perhitungan dosis yang ribet sehingga Moms lebih mudah saat proses pemberian obat. Umumnya, obat tetes berisi vitamin tertentu, meskipun beberapa obat tetes ada juga yang berisi obat untuk penyakit umum.

Selain itu, jumlah obat tetes pun lebih sedikit karena kandungannya yang sudah sangat padat. Hal ini bertujuan agar lebih aman, sekaligus mencegah Si Kecil memuntahkan obat, atau mengalami aspirasi (kondisi ketika obat yang diminum masuk ke dalam saluran pernapasan, dan menyebabkan kondisi tersedak, muntah hingga kesulitan bernapas).

Obat tetes umumnya diberikan pada anak di bawah usia 3 tahun, bahkan lebih disarankan diberikan pada Si Kecil yang berusia di bawah 1 tahun.

Alasannya, di usia ini Si Kecil masih cukup sulit menerima obat sirup. Selain itu, obat ini merupakan cara paling efektif untuk mencegah terjadinya kelebihan dosis akibat penggunaan sendok takar yang berbeda pada obat sirup.

Obat Puyer Jadi Solusi Saat Obat Sirup Tidak Tersedia

Obat puyer pada dasarnya merupakan obat tablet yang digerus hingga lembut. Obat ini umumnya diberikan dengan cara dicampurkan dulu dengan air, sebelum diberikan kepada Si Kecil. Karena bentuknya lebih kering, usia simpan obat ini lebih panjang dan cukup aman bagi anak-anak.

Dokter akan memberikan obat puyer dalam kemasan botol untuk dicampur dengan air sesuai dengan petunjuk berupa garis tertentu, atau diberikan dalam bentuk pack-pack kecil yang terbuat dari kertas. Nantinya, Si Kecil akan mengkonsumsi obat tersebut per pack.

Belakangan ini obat puyer sudah cukup jarang digunakan karena dinilai kurang praktis, dan rasanya pun cenderung kurang disukai anak-anak. Selain itu, adanya beberapa kasus pencampuran antibiotik di dalam obat puyer semakin menurunkan minat orangtua untuk memberi obat puyer pada anaknya.

Obat antibiotik tidak boleh dicampur di dalam obat puyer dan harus terpisah, dosa besar itu. (Oleh Prof Iwan Dwi Prahasto dalam acara jumpa pers seminar 'Antimicrobial Resistance-Containment and Prevention' di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (7/4/2011))

Obat puyer sendiri biasanya jadi alternatif terakhir ketika obat yang dibutuhkan tidak tersedia dalam bentuk tetes atau sirup, atau karena kondisi tertentu (Misal, Si Kecil butuh dosis obat yang lebih tinggi). Idealnya, obat puyer ini diberikan pada anak di atas 3 tahun.

Obat sirup, tetes atau puyer. Mana yang terbaik?

Jika Moms mencari yang terbaik, maka pada dasarnya obat yang diberikan dokter merupakan obat terbaik dan sudah disesuaikan dengan kebutuhan Si Kecil. Baik sirup, tetes atau puyer, tentu semua itu sudah melalui proses pertimbangan yang ketat.

Ada beberapa pertimbangan yang dilakukan dokter sebelum memberikan obat pada Si Kecil, diantaranya faktor usia, faktor kebutuhan obat (dosis dan jenis penyakit), dan tentu saja ketersediaan obat yang dibutuhkan.

Tapi jika kriteria yang Moms cari adalah, obat yang paling praktis dan umum digunakan untuk Balita, maka obat sirup merupakan pilihan paling ideal. Alasannya, obat sirup memiliki rasa dan kemasan yang lebih menarik ketimbang jenis obat lainnya.

Bentuknya yang sudah cair, sangat praktis dan dapat mengurangi kesalahan saat proses pencampuran dengan air. Bagaimana menurut Moms, manakah yang terbaik. Obat sirup, tetes atau puyer?