Bolehkah Makanan Bayi Pakai Gula & Garam?

Merries Insight
24 Januari 2015
Umum
Share
Bolehkah Makanan Bayi Pakai Gula & Garam?

Banyak mama saat ini masih penasaran apakah makanan bayi boleh ditambahkan dengan gula atau garam. Moms mungkin merasa tidak tega jika si kecil makan makanan yang hambar atau tawar karena Moms membayangkan jika Moms sendiri yang mengonsumsi makanan tersebut. Namun, tahukah Moms, bayi ternyata dapat hidup normal tanpa gula dan garam tambahan pada makanannya. Pasalnya makanan sendiri sudah mengandung gula dan garam alami.

Apalagi, banyak penelitian telah membuktikan bahwa asupan garam meningkatkan resiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi, obesitas, dan penyakit jantung pada usia yang lebih muda. Lantas, bagaimana dengan asupan gula? Tidak jauh berbeda, gula juga meningkatkan resiko mengalami obesitas dan penyakit diabetes. Menu makanan yang sehat sebenarnya merupakan menu dengan gula dan garam sesedikit mungkin. Hal tersebut sebenarnya tidak hanya berlaku untuk bayi tetapi semua usia.

Makanan bayi ketika usianya sudah 6 bulan dijuluki dengan MPASI atau Makanan Pendamping ASI di mana dalam periode ini ASI masih tetap dominan hingga bayi berusia 1 tahun. Makanan MPASI untuk bayi sebaiknya belum ditambah dengan gula dan garam. Walaupun gula dan garam tidak diperbolehkan, tetapi Moms sudah dapat membuat makanan bayi dengan menggunakan bumbu-bumbu alami seperti daun salam, bawang, jahe, bawang, dll. Tentu kehadiran bumbu ini akan membuat makanan menjadi sedap dan harum walaupun tidak perlu ditambah dengan garam.

Gula dan garam baru boleh diberikan ketika anak sudah berusia di atas 1 tahun. Namun pada usia tersebut porsi gula dan gara juga masih sangat sedikit. Setelah itu, Moms jangan lupa untuk membimbing si kecil agar selalu rajin membesihkan gigi. Kebiasaan makan sehat menjadi modal utama untuk membentuk pola makan sehat saat si kecil tumbuh besar. Moms bisa memberitahu si kecil bahwa makanan sehat adalah makanan yang berwarna-warni seperti warna merah dari beras merah dan tomat, warna kuning dari labu, wortel, hijau dari bayam dan sayuran, dst.

Piring dengan isi makanan yag semakin berwarna-warni juga menandakan bahwa makanan tersebut semakin sehat dan gizinya seimbang. Oleh sebab itu, Moms sebaiknya tidak membiasakan mencampurkan semua makanan jadi satu atau bahkan diblender. Bayi tidak akan belajar mengetahui betapa lezatnya setiap jenis makanan dan menyebabkan si kecil susah untuk makan sayur saat ia sudah besar nanti.