Bisakah Asma Mengganggu Masa Kehamilan?

Merries Insight
21 Mei 2016
Umum
Share
Bisakah Asma Mengganggu Masa Kehamilan?

Memiliki anak merupakan impian terbesar bagi seluruh keluarga, apalagi buat mereka yang berstatus sebagai keluarga baru. Tapi sayang, karena hadirnya penyakit tertentu, kehamilan yang sudah lama di tunggu pun berubah jadi momok, salah satunya adalah asma.

Lantas, apakah benar asma bisa mengganggu kehamilan?

Berdasarkan sebuah penelitian yang melibatkan sekitar 950 wanita pengidap asam, diketahui jika mereka 27 persen wanita dengan asma butuh waktu setidaknya 1 tahun untuk bisa hamil. Dengan kata lain, wanita pengidap asma masih memiliki kemungkinan besar untuk hamil.

Walaupun begitu, penelitian ini pun menyarankan jika wanita pengidap asma harus selalu waspada, terutama masalah yang terkait dengan gangguan oksigen suplay oksigen bagi bayi dalam kandungan, hipertensi, pendarahan vagina, penghambatan pertumbuhan janin dan kelahiran prematur.

Untuk itu, dibutuhkan teknik pengobatan asma yang efektif selama kehamilan untuk mengurangi resiko komplikasi kesehatan yang mungkin saja terjadi. Berikut merupakan beberapa langkah yang harus dilakukan ibu hamil penderita asma selama masa kehamilannya.

  • Selalu memeriksakan diri ke dokter untuk pengawasan, sekaligus penanganan secara medis.
  • Pastikan selalu berkomunikasi dengan dokter sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu asma yang diderita kambuh kembali.
  • Usahakan untuk menghindari stres selama masa kehamilan. FYI, stres bisa menyebabkan gangguan sistem pernafasan yang berakibat buruk pada penyakit asma.
  • Konsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Hal ini dilakukan untuk menghindari efek samping terhadap perkembangan janin.
  • Jauhi asap rokok dan berbagai iritasi potensial lainnya, termasuk serbuk sari, jamur dan debu.
  • Jauhi makanan pedas dan asam yang berpotensi memicu heartburn.
  • Konsumsi buah-buahan yang mengandung flavonoid, seperti apel.
  • Jangan lupa untuk selalu menyediakan inhaler, pasalnya, banyak penelitian yang membuktikan jika obat-obatan berbentuk inhalasi, aman untuk janin dan ibu hamil.

Selain itu, usahakan anda untuk memperketat diri untuk menjalankan pola hidup sehat. Sebisa mungkin, berikan target kepada diri untuk melahirkan secara normal. Dengan cara ini, secara prikologis anda akan tertantang dan berusaha sekeras mungkin menjalankan rekomendasi dokter.

asma untuk mendapatkan persalinan secara normal. Dengan melakukan pemantauan janin secara teratur akan membantu mempermudah persalinan Anda. Persalinan normal masih bisa untuk dilakukan sesuai dengan pemeriksaan kesehatan Anda dan janin ketika memasuki persalinan.

Jangan Khawatirkan ASI

Ketika si kecil terlahir, usahakan untuk selalu memberikan ASI secara eksklusif. Pasalnya, selain efektif untuk memaksimalkan kebutuhan nutrisi, banyak penelitian yang membuktikan jika ASI efektif untuk meningkatkan kesehatan paru-paru si kecil.

Ingat Moms, selama anda menjalani pengobatan dan penyembuhannya secara maksimal. Selamat mencoba!