Benarkah Antibiotik Menyebabkan Bayi Alami Masalah Pencernaan

Merries Insight
20 Oktober 2015
Tumbuh Kembang
Share
Benarkah Antibiotik Menyebabkan Bayi Alami Masalah Pencernaan

Moms, kalau si kecil sakit, awas ya jangan sampai asal memberikan antibiotik tanpa petunjuk dokter. Pasalnya, menurut riset yang dilakukan oleh Uniformed Services University of the Health Sciences, menyatakan jika si kecil terlalu sering di beri antibiotik, maka dia akan berisiko mengalami gangguan pencernaan pilorus stenosis.

Penelitian ini sendiri membuktikan adanya keterkaitan antara penggunaan antibiotik jenis erythromycin dengan risiko pilorus stenosis yang terjadi pada bayi. Selain itu, penelitian ini pun membuktikan adanya hubungan pemberian antibiotik jenis azithromycin dengan meningkatnya risiko pilorus stenosis yang terjadi kepada bayi yang berusia di bawah 6 minggu.

Penelitian yang juga di muat dalam jurnal Pediatrics, menyatakan jika antibiotik akan terus tertanam dalam tubuh bayi hingga beberapa tahun, walaupun memang kadarnya akan berkurang dalam 2-6 Minggu pasca pemberian antibiotik tersebut. Sisa-sisa antibiotik yang tertinggal inilah yang kemudian akan menimbulkan beberapa gangguan kepada si kecil, termasuk menimbulkan masalah pencernaan.

Berdasarkan keterangan Dr. Clay Jones, selaku dokter anak di Newton-Wellesley Hospital, menyatakan jika pilorus stenosis sebenarnya bukan termasuk gangguan yang berbahaya. Tapi walaupun begitu, gangguan ini jangan sampai di biarkan begitu saja, mengingat dampak jangka panjangnya akan cukup menyiksa.

Untuk itu, Dr. Clay Jones menyarankan agar anda sebaiknya mendiagnosis gangguan ini sejak dini untuk mengurangi risiko gangguan yang lebih besar, terutama gangguan yang berpotensi menghambat tumbuh kembang si kecil. Selain itu, karena efek samping jangka panjang inilah yang kemudian dijadikan alasan para dokter di Amerika Serikat untuk lebih pelit memberikan antibiotik kepada anak-anak.

Antibiotik Bukan Solusi Terbaik

Perlu diketahui jika semua penyakit tidak harus diobati dengan antibiotik. Alih-alih bisa menyembuhkan penyakit, justru penggunaan antibiotik dalam dosis yang tidak tepat malah akan membuat pertumbuhan bakteri lebih cepat, dan membuat bakteri lebih kebal terhadap antibiotik. Dengan kata lain, kebiasaan mengonsumsi antibiotik bisa menyebabkan penyakit lebih parah, dan sulit disembuhkan.

Makanya Moms, mulai sekarang yuk lebih bijak lagi dalam memberikan obat kepada si kecil. Kalau memang masih bisa ditangani dengan obat tradisional, mendingan pakai yang alami saja ya!