Apakah Perlu Ikut Melakukan Aktivitas yang Dilakukan oleh Orang Tuanya?

Merries Insight
16 Februari 2015
Tumbuh Kembang
Share
Apakah Perlu Ikut Melakukan Aktivitas yang Dilakukan oleh Orang Tuanya?

Moms, banyak yang bertanya apakah tidak apa-apa jika kita meminta si kecil untuk mengikuti aktivitas yang dilakukan oleh orang tuanya, terutama oleh mom? Jika aktivitas tersebut terbilang menyenangkan tentu jawabannya boleh-boleh saja. Namun jika si kecil menolak untuk melakukannya, sebaiknya moms jangan memaksanya. Jika moms ingin si kecil melakukan apa yang Anda inginkan, mintalah secara halus. Berikut ada sebuah contoh kasus yang menggambarkan aktivitas orang tua yang juga dilakukan oleh si kecil.

Ada sebuah keluarga kecil yang mana pasangan suami istri sangat menyukai olahraga bersepeda dan naik gunung. Sayangnya buah hati mereka tidak menyukai kedua aktivitas tersebut. Lantas orang tua bertanya, “Apakah kami harus memaksanya untuk menyesuaikan aktivitasnya seperti kami?”

Solusinya yaitu sebaiknya jangan mengajak si kecil untuk naik gunung atau bersepeda setiap waktu. Akan tetapi Anda juga harus sering mengajaknya. Agar si kecil tidak merasa ajakan ini seperti sebuah keharusan atau tugas yang harus dijalankan, diskusikan terlebih dahulu bersama si kecil dan lihat apakah ada kegiatan-kegiatan lain yang dapat disisipkan di sela-sela kegiatan berseda atau naik gunung agar aktivitas tersebut terasa lebih menyenangkan bagi si anak. Atau mungkin solusi lainnya tanyakan padanya apakah dia ingin mengajak teman baiknya. Atau bisa saja ia menolak ajakan Anda karena dia merasa tidak kompeten dengan aktivitas bersepeda dan naik gunung sehingga dia merasa harus melakukan latihan sebagai persiapan sebelum beraktivitas.

Seorang psikolog anak yang bernama Lawrance Cohen, PhD mengatakan bahwa beberapa anak memang mengalami kesulitan pada koordinasi fisiknya. Itulah sebabnya, anak-anak tidak begitu menyukai olahraga. Memang akan sulit baginya menjadi yang paling berbeda di ruang lingkup keluarganya, yaitu menjadi orang satu-satunya yang bukan atlet atau individu yang introvert. Moms sepertinya juga perlu memberinya kebebasan dalam menentukan aktivitas apa yang akan dilakukannya nanti. Misalnya, di sore hari dia ingin bermain video, maka inilah momen yang paling tepat untuk Anda untuk bergantian menjadi pihak sportif, yaitu ikut serta bermain video bersama dengan anak Anda.