Anak Kepergok Mencuri

Merries Insight
14 Oktober 2014
Tumbuh Kembang
Share
Anak Kepergok Mencuri

Setelah pulang dari bermain di rumah teman, Moms baru menyadari ada sesuatu yang salah. Ternyata mainan temannya tersembunyi dalam genggaman tangannya. Pada anak usia sekolah, mereka seharusnya sudah tahu hal apa yang lebih baik dilakukan. Namun anak usia pre sekolah mungkin belum memahaminya. Ketika Moms memergoki si kecil mencuri, jangan khawatir berlebihan atau bahkan memarahinya. Ini idak berarti ia nantinya akan melakukan tindakan kejahatan. Yang perlu Moms lakukan sekarang adalah melakukan pencegahan agar tidak terjadi lagi hal serupa.

Tanyakan Baik-Baik

Tanyakan secara baik-baik apa yang terjadi. Walaupun semua bukti menunjukkan si kecil mencuri barang, beri ia kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Biasanya anak usia dini akan berkata secara jujur jika ditanya secara langsung dan halus. Moms tidak perlu enggan menanyakannya.

Tunjukkan Rasa Tidak Setuju

Secara tenang tunjukkan rasa tidak setuju Moms. Anak usia dini biasanya selalu bersikap jujur sehingga Moms bisa bilang jika mencuri akan menyakiti hati orang lain. Teman yang kehilangan barang pasti merasa sedih jika barang kesayangannya tidak ada. Dan si pencuri sendiri juga akan mendapat masalah dan bisa kehilangan teman – temannya.

Aturan Jangan Mencuri

Bicarakan soal aturan dan tekankan pada si kecil sebuah pelajaran ‘jangan mencuri’. Awalnya, Moms cukup mengingatkan anak. Katakan Moms akan menghukumnya bila ia mengulanginya kembali.

Meminta Anak Bertindak

Mintalah anak melakukan sesuatu seperti memintanya mengembalikan barang yang ia ambil dari temannya. Ini akan membuat anak merasa malu dan membuatnya tidak akan mengulanginya lagi. Minta maaf adalah hal yang membuat anak akan merasa stress sehingga Moms bisa menawarkan diri untuk membantunya melakukan bersama – sama. Moms dapat melakukan bermain peran untuk membantu si kecil mengetahui apa yang harus ia perbuat saat mengembalikan barang yang ia ambil.

Bila hal ini dilakukan oleh si kecil berulang kali, Moms sebaiknya mengkonsultasikan pada dokter. Bukan tidak mungkin anak mengalami gangguan mood, ADHD, atau masalah lainnya. Konsultasi dengan dokter akan membantu Moms menemukan solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini.