Akibat Negatif dari Sifat Marah Dads Terhadap Si Kecil

Akibat Negatif dari Sifat Marah Dads Terhadap Si Kecil

Masih banyak orang tua yang menganggap bahwa dengan memarahi Si Kecil, maka Si Kecil akan menurut dan paham dengan apa yang diperintahkan. Mungkin juga, Dads termasuk salah satu orang tua yang demikian. Tetapi, apakah Dads tahu, ternyata memarahi Si Kecil dapat memberikan dampak negatif pada Si Kecil.

Salah seorang Neuroscientist dari Chicago Medical School, Lise Eliot, PhD, menyampaikan dalam bukunya, “What’s Going On in There? How the Brain and Mind Develop in The First Five Years of Life”, mengenai penelitian akibat sifat pemarah ini pada Si Kecil, khususnya pada perkembangan otak Si Kecil.

Dengan memasang alat khusus pada kepala Si Kecil yang berusia 9 minggu, Lise menemukan saat Si Kecil dimarahi atau mendengar kata keras, ada beberapa sel otak Si Kecil yang mengalami kerusakan. Adanya kerusakan pada sel-sel otak Si Kecil ini juga akan mempengaruhi kecerdasan Si Kecil di masa mendatang.

Sedangkan menurut Dra. Mayke S Tedjasaputra Msi, dampak lainnya juga timbul pada sisi psikologis Si Kecil. Terdapat dua efek yang dapat timbul akibat sering memarahi Si Kecil. Yang pertama adalah Si Kecil dapat menjadi pribadi yang pasif. Si Kecil akan merasa, bila berbicara, Dads pasti akan memarahinya. Hal ini yang membuat Si Kecil menyimpan masalah mereka dan tidak mau berkonsultasi dan berbagi dengan orang lain, yang mungkin dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Yang kedua adalah Si Kecil dapat melawan Dads dan Moms, yang menyebabkan mempunyai pribadi pemberontak. Bila hal ini terjadi, Si Kecil tidak hanya tidak akan menurut pada Dads dan Moms. Tetapi, Si Kecil dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak menyayangi dan menghargai Moms dan Dads.

Hal yang lebih mengerikan, pada saat Dads memarahi Si Kecil, ada kalanya mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya dikeluarkan. Misalnya, “Dasar anak kurang ajar”, “Dasar anak tidak bisa apa-apa” dan lainnya. Bila hal ini sering dilakukan sejak Si Kecil masih usia dini, maka bukan tidak mungkin bila Si Kecil percaya bila diri mereka adalah seperti yang dikatakan tersebut. Tentunya, Dads tidak ingin Si Kecil tumbuh menjadi anak kurang ajar atau anak yang tidak bisa melakukan apa-apa bukan?

Lalu bagaimana caranya? Dads boleh berbicara tegas, tetapi selalu sertakan penjelasan mengapa mengenai hal yang dibicarakan tersebut. Jangan pernah memandang Si Kecil sebagai pihak yang tidak mengerti apa-apa. Atau, cara mudahnya, hargai Si Kecil, maka Si Kecil akan lebih menghargai dan menyayangi Dads dan Moms.