Agar Si Kecil Sehat dan Berprestasi, Ini Yang Harus Dads Lakukan!

Merries Insight
14 Agustus 2019
Tumbuh Kembang
Share
Agar Si Kecil Sehat dan Berprestasi, Ini Yang Harus Dads Lakukan!

Artikel ini berisi tentang :

  1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi Si Kecil
  2. Ikut Aktif Mengasuh Si Kecil
  3. Ketahui Bakat Alami Si Kecil
  4. Berikan Stimulasi Yang Tepat

Punya anak yang sehat dan berprestasi merupakan impian semua orang tua. Tapi untuk mendapatkan semua itu, ada banyak usaha yang harus dilakukan. Berikut merupakan beberapa trik yang bisa Dads lakukan agar Si Kecil sehat dan berprestasi.

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Si Kecil

Hal pertama yang harus dilakukan untuk menjamin kesehatan dan prestasi Si Kecil adalah, dengan memenuhi kebutuhan nutrisinya. Misalnya, otak perlu asupan asam lemak omega-3, omega-6, folat, zat besi, flavonoid, vitamin B12, protein, dan karbohidrat, untuk tumbuh optimal.

Untuk memenuhi nutrisi tersebut, sudah tentu Dads harus menyiapkan makanan yang merupakan sumber utama dari nutrisi-nutrisi tersebut, seperti ikan tuna, makarel, kacang-kacangan, brokoli, susu dan lainnya, yang selama ini dikenal sebagai makanan premium.

Disinilah keberanian Dads untuk berinvestasi pada makanan sehat diuji. Pasalnya, makanan-makanan tersebut tidak bisa diberikan hanya 1-2 kali saja, tapi harus rutin diberikan, bahkan sejak Si Kecil dalam kandungan, hingga ke masa balita nanti.

Terkadang Si Kecil pun harus mengkonsumsi suplemen tertentu untuk memaksimalkan pembentukan otaknya, dan menjaga kesehatannya. Tapi untuk yang satu ini, pastikan Dads berkonsultasi dulu dengan dokter untuk memastikan jika Si Kecil benar-benar membutuhkannya.

Ikut Aktif Mengasuh Si Kecil

Jika ingin Si Kecil tumbuh sehat dan berprestasi, Dads harus ikut terjun langsung dalam mengasuh Si Kecil. Pasalnya, banyak penelitian yang menyebut jika anak yang dekat dan langsung mendapat pengasuhan dari ayahnya, akan tumbuh jadi anak yang percaya diri dan berprestasi.

Salah satunya penelitian jangka panjang yang dilakukan tim peneliti di Oxford University. Dalam penelitian tersebut, tim peneliti mengamati lebih dari 950 anak, kemudian menghitung jumlah interaksi dan kedekatan mereka dengan ayahnya.

Hasilnya, anak yang sejak bayi dekat dan mendapat pengasuhan langsung dari ayahnya, cenderung tumbuh jadi anak yang lebih kuat, tegas dan bijaksana. Mereka pun diketahui memiliki skor IQ di atas rata-rata, lebih percaya diri dan berani saat harus mengambil keputusan.

Alhasil, semua kelebihan tersebut akan mengantarkan mereka jadi anak yang lebih bahagia, sehat, dan memiliki prestasi yang lebih baik saat usia sekolah nanti.

Si Kecil yang banyak berinteraksi, ngobrol dan menghabiskan harinya dengan ayah juga ibu memiliki IQ lebih tinggi dibanding anak yang tak cukup memiliki interaksi dengan sang ayah. Tidak cuma lebih cerdas, Si Kecil yang dekat dengan ayahnya juga dipercaya punya kemampuan berbahasa dan kognitif yang lebih baik. (oleh Dr. David Popenoe, sosiolog dan Co-Director di The National Marriage Project Rutgers, The University of New Jersey)

Keterlibatan dalam mengasuh Si Kecil ini sebenarnya tidak perlu banyak kok, Dads hanya perlu melakukan:

  • Luangkan waktu 1-2 jam setelah pulang kerja untuk bermain bersama, membacakan dongeng sebelum tidur, atau berbincang santai tentang kegiatannya di rumah atau di sekolah tadi. Untuk permainan, Dads bisa memilih permainan sederhanan tapi bisa mengasah otak Si Kecil, seperti puzzle dan flash card.
  • Di akhir pekan, Dads bisa mendedikasikan seluruh waktu libur Dads untuk menemani Si Kecil. Banyak kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan bersama, misalnya membersihkan taman belakang, berkebun, dan lainnya. Berkebun dan merawat tanaman selain bisa melatih Si Kecil untuk lebih mencintai lingkungan, juga bisa menambah pengetahuan Si Kecil tentang alam sekitar.

Ketahui Bakat Alami Si Kecil

Hasil penelitian yang dikeluarkan Programme for International Student Assessment (PISA), meyebut jika anak-anak Indonesia menempati urutan ke-62 diantara 72 negara lainnya di dunia dalam kemampuan membaca, matematika dan ilmu pengetahuan alam.

Tentu dengan fakta ini, Dads akan lebih bersemangat untuk mendidik Si Kecil agar jadi anak yang cerdas, terutama kecerdasan yang berhubungan langsung dengan bidang akademis, seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, biologi, robotik dan lainnya.

Tapi perlu diingat, dalam teori Multiple Intelligences, kecerdasan anak dibagi dalam 8 kelompok, diantaranya:

  • Word smart (kecerdasan linguistik)
  • self smart (kecerdasan interpersonal)
  • number smart (kecerdasan logika-matematika)
  • people smart (kecerdasan interpersonal)
  • picture smart (kecerdasan spasial)
  • musik smart (kecerdasan musikal)
  • body smart (kecerdasan kinetik)
  • nature smart (kecerdasan naturalis)

Beberapa anak terkadang punya seluruh kecerdasan tersebut, tapi beberapa lagi terkadang hanya punya satu atau dua kecerdasan tersebut. (oleh Dr. Howard Gardner, Profesor bidang pendidikan di Harvard University, dan penemu teori Multiple Intelligences)

Yang perlu Dads lakukan adalah, mencari dan menemukan kecerdasan mana yang dominan pada Si Kecil, kemudian kembangkan kecerdasan tersebut dengan stimulasi yang sesuai. Jangan lupa juga untuk jangan sekali-kali memaksakan minat Si Kecil hanya karena karena keinginan dari Moms dan Dads saja, ya!

Berikan Stimulasi Yang Tepat

Setelah tahu bakat Si Kecil, Dads harus mengembangkan bakat tersebut dengan stimulasi yang tepat. Pasalnya, tanpa stimulasi yang tepat, bakat tersebut tidak ubahnya seperti mobil mewah yang hanya di parkir dalam garasi yang gelap. (oleh Dr. Halit Hulusi, Senior Educational Psychologist di Birmingham Educational Psychology Service, Inggris)

Berikut merupakan beberapa cara menstimulasi bakat Si Kecil yang cukup populer di Indonesia.

  1. Kecerdasan Linguistik (Word Smart), dengan cara mengajak Si Kecil main tebak-tebakan kata, memperbanyak mendengarkan cerita atau dongeng, bermain peran, dan permainan lainnya yang berhubungan dengan kata-kata.
  2. Kecerdasan Logika-Matematika (Number Smart), dengan cara belajar berhitung dengan memanfaatkan jari tangan atau sempoa, menghitung barisan, memperkirakan waktu tempuh dalam perjalanan, bermain peran pedagang-penjual, dan stimulasi lainnya.
  3. Kecerdasan Spasial (Picture Smart), bisa distimulasi lewat permainan balok, seperti membangun lego, membuat bentuk dengan mainan lilin, bermain puzzle, atau meminta Si Kecil untuk jadi navigator (penunjuk arah) saat melakukan perjalanan.
  4. Kecerdasan Musikal (Music Smart), bisa distimulasi dengan mengenalkan Si Kecil dengan aneka bunyi-bunyian, misalnya suara bel pintu, suara telepon, bermain irama lewat tepuk tangan, dan mengenalkan alat musik sejak dini.
  5. Kecerdasan Kinestetik (Body Smart), bisa distimulasi lewat permainan yang menampilkan banyak gerak dan olah fisik, seperti bermain lempar bola, bermain kucing-kucingan, bermain memanjat, dan aktivitas lainnya yang membutuhkan lebih banyak olah fisik.

Dengan memaksimalkan stimulasi sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya, harapan Si Kecil akan menjelma jadi anak yang sehat dan berprestasi, bisa terwujud dengan maksimal.