3 Risiko Utama Membawa Batita Terbang

Merries Insight
07 Februari 2015
Tumbuh Kembang
Share
3 Risiko Utama Membawa Batita Terbang

Saat ini naik pesawat terbang telah menjadi sarana transportasi yang populer dan cepat. Saat mobilitas penduduk kian pesat, para orangtua pun terpaksa mengajak si kecil ikut naik pesawat walaupun masih batita. Tentu saja perlu kondisi tertentu agar si kecil tetap aman dan nyaman selama perjalanan dengan pesawat. Membawa batita terbang memiliki beberapa resiko yang perlu Moms hadapi

Rewel

Selama perjalanan dengan pesawat, perjalanan tidak dapat berhenti kapan saja sesuai keinginan saat anak rewel. Duduk diam selama waktu yang cukup lama cenderung membuat anak merasa bosan. Padahal di usia batita anak cenderung sangat aktif bergerak. Selain itu suara deru pesawat yang mendengung dan adanya penumpang lain dapat membuat si kecil merasa asing dan merasa tidak nyaman. Ia bisa rewel, uring – uringan, dan tidak bisa tidur karenanya.

Seringkali Moms melihat orangtua yang serba salah saat menghadapi buah hatinya uring–uringan dan tidak jelas apa keinginannya selama di pesawat. Dipeluk salah, dibujuk salah, diberi susu masih juga salah sehingga orantua pun kehabisan cara. Semakin tidak tepat orangtua menyikapi buah hatinya, maka kerewelan anak akan semakin menjadi. Namun masalah ini dapat diatasi jika orangtua lebih sabar.

Tidak Nyaman

Suasana di dalam dalam transportasi udara sangat berbeda dengan kendaraan darat. Suasana di kabin pesawat sangat berpengaruh terhadp keadaan fisik dan kejwaan anak. Rasa pengap, rasa takut, atau suhu yang terlalu dingin merupakan bagian dari kemungkinan tidak nyaman ketika berada dalam pesawat.

Kesehatan Telinga

Batita yang akan terbang harus memiliki kondisi kesehatan yang baik, khususnya epsawat. Bayi sebaiknya tidak diajak naik peawat saat flu karena resiko flu menjadi radang telinga tengah. Congekan biasanya berawal dari aik pesawat dalam keadaan flu. Ini disebabkan karena saluran pembuluh Esustachii yang menghubungkan tenggorokan dan ruang telinga batita masih belum sempurna sistem buka tutupnya sehingga adanya perubahan tekanan udara di pesawat dapat mengganggu. Perhatian lebih diperlukan untuk batita yang memiliki riwayat menderita radang telinga tengah menahun atau otitis media chronic yang telah merusak gendang telinganya