3 Kebiasaan Buruk Memberi Susu

Merries Insight
29 Januari 2015
Tumbuh Kembang
Share
3 Kebiasaan Buruk Memberi Susu

Memberikan ASI memang memberikan banyak manfaat yang baik untuk si kecil. Zat gizi yang terkandung pada ASI diperlukan oleh bayi untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pasalnya ASI merupakan makanan utama bayi sampai berusia 6 bulan sehingga ia hanya mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkan hanya dari ASI. Memberikan ASI secara langsung kepada bayi memang lebih mudah karena Moms tidak perlu repot–repot menyiapkan botolnya.

Namun beberapa orangtua terpaksa memberikan susu menggunakan botol karena faktor kesibukan atau alasan lainnya. Sayangnya, ada beberapa kebiasaan buruk yang belum banyak disadari oleh para mama saat memberikan susu untuk bayinya. Padahal kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak yang kurang baik untuk bayi. Apa saja kebiasaan tersebut?

Lupa Mencuci Pembuka Kaleng

Banyak orangtua kadang lupa membersihkan alat pembuka kaleng karena menganggapnya tidak berpengaruh terhadap kualitas susu di dalam kaleng. Padahal, kuman bisa saja menempel pada alat pembuka kaleng tersebut dan mengkontaminasi susu yang ada di dalamnya. Untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini, selalu cuci pembuka kaleng menggunakan sabun dan air agar bakteri dan debu yang menempel dapat hilang kemudian bilas dan keringkan.

Memanaskan Botol Menggunakan Microwave

Memanaskan botol adalah hal yang penting untuk mensterilkan botol dari kuman yang menempel. Walaupun memasukkan botol ke dalam microwave juga dapat memanaskan botol, namun cara ini sebenarnya tidak baik. Pasalnya, jika botol dipanaskan menggunakan microwave, susu yang ada di dalamnya dapat mengandung hot spot yang berbahaya. Jika ingin memanaskan botol, Moms sebaiknya menggunakan panci yang berisi air hangat atau menggunakan penghangat botol elektrik.

Minum Susu Sebelum Tidur

Mengisap susu menggunakan botol sambil tiduran memang nyaman dan cenderung membuat si kecil mudah tidur. Tetapi Moms, ada bahaya yang mengintai selama si kecil terlelap. Kuman dan sisa susu yang tertinggal di mulut bayi dapat berkembang biak dengan mudah. Sisa susu adalah sarang kuman di mana kuman dapat tumbuh dengan subur. Untuk menghilangkan kebiasaan ini, Moms dapat mengubah rutinitas minum susu sebelum tidur dengan aktivitas lain misalnya menyanyikan lagu atau membaca dongeng.