2 Kategori Olahraga Anak Penyandang ADHD

Merries Insight
02 Oktober 2014
Tumbuh Kembang
Share
2 Kategori Olahraga Anak Penyandang ADHD

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan gejala yang dapat dialami seorang anak. Moms mendapati anak yang sangat aktif dan sulit memusatkan perhatian satu obyek dalam waktu tertentu adalah anak ADHD. Tidak heran anak ADHD dikategorikan anak hiperaktif atau sebutan negatif anak sulit diatur. Anak ADHD tidak boleh disalahkan dan diremehkan. Bakat terpendam anak ADHD begitu berharga untuk dikembangkan. Sebuah jurnal bernama Journal of Pediatrics dari media sosial jelas mengatakan anak ADHD perlu diberikan aktivitas olahraga guna upaya terapi. Anak dapat tersalurkan energi melalui kegiatan yang bermanfaat seperti olahraga. Bagi Moms yang memiliki anak ADHD, berikut dua kategori olahraga tepat diberikan untuk anak.

  1. Olahraga Tempo Cepat

Anak ADHD harus diberikan olahraga dengan tempo yang cepat. Pilihkan olahraga yang harus membuat badan bergerak tanpa ada jarak waktu berhenti. Jika anak ADHD melakukan olahraga menggunakan jarak maka dijamin akan bosan dan tidak fokus terhadap olahraga yang sedang dilakukan. Moms perlu mengarahkan anak melakukan olahraga lari atau berenang. Gerakan lari atau berenang tidak memiliki jarak diam. Tempo yang dilakukan tergolong cepat terlebih jenis olahraga estafet.

  1. Olahraga Bela Diri

Anak ADHD juga dapat melakukan olahraga bela diri. Ada beberapa macam untuk olahraga bela diri. Tapak suci adalah olahraga bela diri yang kerap dilakukan untuk anak-anak. Karate adalah olahraga dari Cina yang juga diajarkan untuk anak-anak. Taekwondo dari Korea juga olahraga bela diri tepat untuk anak-anak termasuk anak ADHD. Setiap gerakan yang dilakukan dalam bela diri berbeda-beda. Anak ADHD tidak akan bosan mengikuti olahraga sejenis bela diri.

Anak ADHD melakukan pilihan olahraga yang tepat dapat memperbaiki konsentrasi dalam diri. Fokus yang sulit dilakukan menjadi mulai terbentuk dalam olahraga. Anak ADHD juga mampu lebih menekan aktivitas yang dilakukan. Kebiasaan sering bergerak aktif, akan sedikit berkurang karena telah digunakan untuk rutinitas olahraga yang dilakukan. Moms harus menjadi orangtua yang dapat mengarahkan diri anak secara tepat. Memiliki anak penyandang ADHD dapat menjadi anak yang mampu bersosialisasi secara baik.