Cara Tepat Mengatasi Bau Tak Sedap di Alat Kelamin Si Kecil

Merries Insight
14 Agustus 2019
Kesehatan
Share
Cara Tepat Mengatasi Bau Tak Sedap di Alat Kelamin Si Kecil

Artikel ini berisi tentang :

  1. Hati-hati Infeksi Bakteri dan Jamur
  2. Jika Si Kecil Masih Mengenakan Diapers
  3. Cara Mengatasi Bau di Area Kemaluan Si Kecil
  4. Gunakan Diapers Berkualitas Tinggi

Alat kelamin yang menimbulkan bau tak sedap memang bisa menurunkan kepercayaan diri, termasuk jika hal ini dialami oleh Si Kecil. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kondisi ini, salah satunya karena infeksi bakteri dan jamur.

Hati-hati Infeksi Bakteri dan Jamur

Seperti disebutkan diatas, bau tak sedap pada alat kelamin Si Kecil umumnya disebabkan karena serangan bakteri dan jamur pada alat kelamin. (oleh Dr Zakiudin Munasir SpAK, pakar alergi imunologi bagian Ilmu Kesehatan Anak di FKUI-RSCM, Jakarta)

Ada banyak hal yang menyebabkan alat kelamin Si Kecil diserang jamur dan bakteri, diantaranya adalah :

  1. Kebersihan yang tidak terjaga akibat kebiasaan buruk, seperti tidak bersih saat membilas alat kelamin setelah buang air kecil, jarang mencuci alat kelamin dan lainnya.
  2. Si Kecil jarang mengganti celana dalam, bahkan dia masih mengenakan celana dalam yang sama (celana dalam yang digunakan saat bermain) sebelum tidur.
  3. Si Kecil terlalu sering bermain di area yang kotor, seperti bermain tanah, bermain lumpur, atau lokasi lainnya yang jadi sarang kuman, bakteri dan jamur.

Dengan kata lain, hampir semua penyebab infeksi jamur dan bakteri di alat kelamin adalah, akibat dari faktor kebersihan yang tidak terjaga. Maka dari itu, penting untuk membiasakan Si Kecil agar peduli dengan kebersihan diri dan lingkungannya sejak dini.

Jika Si Kecil Masih Mengenakan Diapers

Bau di alat kelamin anak perempuran bisa disebabkan karena vulvovaginitis, sejenis iritasi yang terjadi di area labia (bibir vagina). Kondisi ini umumnya diderita anak perempuan, dan disebabkan karena ruam popok yang terjadi secara berulang dan ukuran diapers yang terlalu sempit.

Selain itu, vulvovaginitis disebabkan juga karena serangan bakteri Streptococcus, Gardnerella, dan Staphylococcus, atau bisa juga disebabkan karena infeksi jamur Candida albicans. Semua kondisi tersebut disebabkan karena kebersihan area kelamin Si Kecil yang tidak terjaga dengan baik.

Umumnya, infeksi bakteri tersebut menyebabkan keluarnya cairan putih atau keputihan berwarna keabu-abuan yang berbau tidak sedap. Gejala lainnya, area kelamin Si Kecil akan terlihat kemerahan, terasa sangat gatal dan bengkak.

Bagaimana dengan bau di alat kelamin anak laki-laki? Bau pada alat kelamin anak laki-laki juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Risiko infeksi jamur pada penis ini juga akan meningkat jika Moms lalai menjaga kebersihan penis Si Kecil, terutama jika ia tidak disunat.

Selain itu, bau di alat kelamin anak laki-laki bisa juga disebabkan oleh smegma, bercak putih yang terbuat dari campuran sel-sel kulit mati, minyak, keringat, dan kotoran yang menumpuk di sekitar lipatan kulit penis.Smegma sering terjadi pada penis Si keci yang tidak disunat karena kulit kulup paling rentan berkeringat.

Cara Mengatasi Bau di Area Kemaluan Si Kecil

Menjaga kebersihan area kemaluan Si Kecil, baik anak laki-laki maupun perempuan, merupakan hal yang wajib dilakukan. Moms harus mengajarkan Si Kecil bagaimana cara membasuh dan membersihkan area kemaluannya.

Selain itu, berikut merupakan beberapa trik untuk mengatasi infeksi jamur dan bakteri yang bisa menyebabkan bau di area kemaluan Si Kecil.

  1. Keringkan dengan baik area kemaluan Si Kecil sebelum berpakaian.
  2. Beri Si Kecil pakaian berbahan katun yang mampu menyerap keringat dengan baik, dan lembut. Selain itu, pastikan ukuran celana Si Kecil pun tidak terlalu ketat.
  3. Ganti celana Si Kecil setidaknya 2 kali sehari, dan ajak Si Kecil mandi setiap 2 kali sehari (pagi dan sore hari). Jika dibutuhkan, Moms bisa menggunakan sabun antiseptik.
  4. Cegah Si Kecil dari kebiasaan memegang-megang alat kelamin dengan tangan kotor, dan jangan memasukkan benda apapun ke kemaluannya.

Segera hubungi dokter jika bau tidak sedap ini disertai dengan rasa gatal, perih, dan bengkak di area kelamin. Terkadang, pemberian antibiotik dibutuhkan untuk mengatasi infeksi jamur dan bakteri. Tapi ingat, pastikan sesuai dengan petunjuk dokter.

Gunakan Diapers Berkualitas Tinggi

Wajib untuk diperhatikan, sebaiknya Moms memilih diapers yang berkualitas tinggi. Kriteria diapers terbaik adalah, berbahan halus dan elastis, mampu menyerap cairan dengan maksimal sehingga area kelamin Si Kecil tetap kering.

Selain itu, berikut merupakan beberapa syarat diapers sehat yang bisa Moms berikan pada Si Kecil.

  1. Pastikan diapers tersebut memiliki pori-pori yang dapat menjaga kenyamanan, sekaligus menjamin sirkulasi udara di area kelamin Si Kecil lancar.
  2. Pilih diaper yang tidak mudah bocor dan memiliki daya serap tinggi sehingga membuat basahan cepat terserap dan terkunci di dalamnya.
  3. Pilih lapisan diapers yang bergelombang, sehingga kotoran lunak cepat terserap dan tidak bersentuhan dengan kulit Si Kecil.

Dari semua kriteria tersebut, diapers Merries merupakan pilihan terbaik yang bisa Moms dapatkan. Diapers No.1 di Jepang ini dilengkapi dengan banyak kelebihan, diantaranya memiliki daya serap yang tinggi, dan dapat menjamin area kemaluan Si Kecil tetap kering dan bersih.

Kelebihan lainnya yang tidak dimiliki produk lainnya adalah, Moms bisa langsung mengetahui kapan harus mengganti diapers Si Kecil karena diapers Merries punya indikator basah yang ditandai dengan 3 garis kuning berubah menjadi warna biru total.

Dengan teknologi ini, Moms tidak perlu bingung lagi kapan harus mengganti diapers Si Kecil, dan terhindar dari lupa mengganti diapers, yang bisa berakibat fatal. Semoga bermanfaat!