Toddler
anak-menyusui-sampai-usia-2-tahun
Anak Menyusui Sampai Usia 2 Tahun? Ini Manfaatnya
0
0

Ada banyak orang tua yang memberikan makanan pengganti ASI atau susu formula untuk Si Kecil. Sebenarnya, hal ini tidaklah salah. Namun, akan lebih baik, bila Moms memberikan ASI eksklusif untuk Si Kecil hingga dia berusia 2 tahun. Ada banyak manfaat yang bisa didapat oleh Si Kecil maupun Moms sendiri. Berikut penjelasannya.

Kebutuhan Nutrisi Si Kecil

Dalam ASI, terdapat berbagai nutrisi yang berguna untuk perkembangan tubuh dan otak Si Kecil. Ingat, usia di bawah 2 tahun merupakan usia paling penting karena pada saat itu, mereka mengalami perkembangan yang pesat, terutama otak mereka. ASI mengandung kalori, protein, Vitamin A dan C, antibodi dan berbagai mineral yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mendukung perkembangan ini. Kalau dirinci, dengan meminum ASI, kebutuhan 1/3 kebutuhan kalori Si Kecil, 1/3 kebtuhan protein, 45% kebutuhan Vitamin A dan 90% kebutuhan Vitamin C sudah terpenuhi. Ditambah lagi, nutrisi lain seperti asam folat yang penting untuk perkembangan otak dan antibodi yang dapat mencegah berbagai jenis penyakit juga didapat.

Mencegah Penyakit

Seperti disebutkan sebelumnya, antibodi dalam ASI dapat membantu Si Kecil untuk mencegah berbagai penyakit. Hal ini memang sudah terbukti. Bila Moms memberikan ASI setelah Si Kecil berusia 6 bulan, maka resiko Si Kecil terkena alergi dan asma dapat dikurangi.

Sumber Lemak dan Energi

ASI juga bisa dikatakan sebagai sumber lemak dan energi yang aman dan tak tergantikan untuk Si Kecil. Lemak dibutuhkan sebagai cadangan energi, saat Si Kecil sakit dan tubuhnya membutuhkan energi untuk memulihkan kondisinya. Lalu, energi dibutuhkan karena pada saat Si Kecil berusia 2 tahun, fungsi motoriknya berkembang pesat, yang membuat Si Kecil aktif bergerak.

Sistem Pencernaan

Moms perlu tahu bila sistem pencernaan Si Kecil saat masih berusia 2 tahun belumlah terbentuk dengan sempurna. Oleh karena hal ini, pemberian makanan tambahan sebenarnya tidak dianjurkan. Meskipun makanan sudah dilumerkan atau dihancurkan agar mengurangi resiko terjadinya masalah pencernaan, tetap saja ASI adalah yang terbaik. Ditambah lagi, ASI dapat membantu percepatan pembentukan lapisan dalam usus Si Kecil. Lapisan ini dapat menjadi filter yang melindungi tubuh Si Kecil dari berbagai zat berbahaya yang dapat ikut terserap dan menimbulkan alergi.

Manfaat untuk Moms

Dan, terakhir adalah manfaat untuk Moms. Dengan memberikan ASI, maka ikatan batin Moms dan Si Kecil akan semakin kuat. Lagipula, memberikan ASI menjadi pengalaman paling menakjubkan dalam hidup Moms, bukan?

Read more
ibu-lebih-hati-hatilah-saat-memberi-makanan-yang-bisa-membuat-anak-tersedak-ini
Ibu, Lebih Hati-Hatilah Saat Memberi Makanan yang Bisa Membuat Anak Tersedak Ini!
0
0

Ada kalanya Moms memberikan makanan tambahan atau bila Si Kecil masih minum ASI, diberikan makanan pendamping ASI. Makanan tambahan seperti ini juga diberikan saat Moms ingin memperkenalkan Finger Foods pada Si Kecil. Namun, Moms juga harus berhati-hati saat memberikan makanan-makanan ini, karena ada resiko tersedak. Saat orang dewasa tersedak, maka hal ini bisa diatasi dengan mencoba batuk. Tapi, untuk Si Kecil, yang masih belum mengontrol sepenuhnya fungsi tubuhnya, hal ini bisa berbahaya. Bahkan, bila tidak mendapatkan pertolongan, nyawa dapat menjadi taruhannya. Dan, berikut beberapa makanan yang bisa membuat tersedak.

Buah dengan Biji

Buah seperti semangka memang mudah lumer dimulut dan dicerna. Tapi, dengan banyaknya biji didalamnya, maka hal tersebut berbahaya bagi Si Kecil. Jadi, Moms harus benar-benar teliti saat menghilangkan biji-bijinya, jangan sampai ada yang tertinggal.

Ayam dan Ikan

Mungkin Moms menyajikan ayam dan ikan dalam bentuk filet atau sudah digiling. Namun, tetap harus diperiksa lebih lanjut apakah ada potongan tulang dan duri yang tersisa, agar jangan sampai membuat Si Kecil tersedak.

Selai Kacang

Sebenarnya, Moms bisa memberikan selai kacang murni yang sangat halus yang mudah untuk ditelan. Tapi, ingat, bila selai kacang termasuk mempunyai kepekatan yang tinggi. Kondisi makanan yang seperti ini juga dapat menyebabkan Si Kecil tersedak. Moms tidak boleh memberikannya secara langsung, misalnya satu sendok selai kacang karena Si Kecil menyukai rasanya. Akan lebih baik, bila Moms menjadikan selai kacang sebagai pelengkap makanan lain, seperti roti atau biskuit.

Kacang Polong

Memang, bila Moms merebus kacang polong dalam waktu yang cukup lama, maka akan lebih mudah untuk dimakan. Tapi, bila Si Kecil makan dalam jumlah banyak, ada peluang bila beberapa biji akan tertelan langsung tanpa terkunyah secara baik. Hal ini bisa meningkatkan resiko tersedak. Jadi awasi Si Kecil saat makan makanan ini.

Wortel

Wortel sangat baik karena mengandung Vitamin A dan C. Namun, sebaiknya jangan menyajikannya dalam potongan yang besar. Potong kecil-kecil atau bila perlu parut halus agar lebih mudah dimakan dan mengurangi resiko tersedak.

Makanan yang Menimbulkan Alergi

Makanan-makanan yang disebutkan di atas dapat meningkatkan resiko tersedak karena teksturnya. Namun, selain tekstur, Moms juga harus memperhatikan apakah Si Kecil mempunyai alergi terhadap makanan yang diberikan. Bila Si Kecil alergi, mereka juga dapat tersedak dan mengalami masalah pernafasan.

Read more
latih-keseimbangan-si-kecil-dengan-cara-ini
Latih Keseimbangan Si Kecil dengan Cara Ini!
0
0

Keseimbangan ternyata sangat penting untuk perkembangan motorik Si Kecil, loh, Moms. Dengan melatih keseimbangan Si Kecil, maka Moms dapat membuat Si Kecil lebih aktif bergerak. Dan, hal terbaiknya, hal ini juga dapat membantu Si Kecil untuk cepat dapat berjalan. Untuk membantu melatih keseimbangan Si Kecil ini, ada beberapa kegiatan yang menyenangkan yang dapat dilakukan.

Meniru Gerakan

Moms dapat mengajak Si Kecil bermain meniru gerakan. Moms dapat meloncat, berlari dan membentuk berbagai pose yang akan ditirukan oleh Si Kecil. Selain itu, ajak juga Si Kecil meniru mimik muka Moms. Ini juga dapat membantu Si Kecil lebih mengenal tubuhnya sendiri, yang tentunya akan membantu melatih keseimbanganya lebih baik. Setelah itu, coba buat Si Kecil yang memimpin permainan untuk membuatnya mengeksplor berbagai gerakan yang melatih keseimbangannya.

Bermain Menjadi Binatang

Bermain menjadi binatang juga dapat sangat membantu Si Kecil. Misalnya, menjadi kelinci atau kangguru dan melompat-lompat. Dengan seperti ini, fungsi motorik Si Kecil benar-benar teroptimalkan.

Berjinjit

Coba ajak Si Kecil untuk bermain berjalan berjinjit. Moms dapat memasukkan permainan ini dalam permainan binatang, karena ada banyak binatang yang berjalan dengan cara berjinjit. Misalnya, kucing, harimau atau lainnya saat akan menerkam mangsanya. Atau, bila Moms juga dapat mengajak bermain seperti peragawati dengan berjinjit melalui ruangan.

Hopscotch

Permainan ini membutuhkan peralatan yang sederhana. Moms hanya perlu membuat kotak-kotak yang menjadi tempat untuk melompat dan berbagai rintangan yang harus dihindari. Untuk rintangan, Moms dapat menggunakan bantal dan sejenisnya. Lalu, dari satu titik ke titik lainnya, Moms dan Si Kecil harus melaluinya dengan melompat pada kotak yang disediakan. Permainan ini dapat membantu juga melatih koordinasi tubuh Si Kecil.

Memetik Bunga atau Buah

Bila Moms memiliki pohon atau tanaman bunga, Moms dapat mengajak Si Kecil untuk memetiknya bersama. Tentu saja, letak bunga atau buah tersebut lebih tinggi dari tinggi badan Si Kecil. Hal ini dapat membantu Si Kecil untuk melatih otot kaki dan tangannya. Yang perlu diperhatikan, Moms harus selalu mendampingi Si Kecil saat melakukan ini. Jangan sampai Si Kecil terluka karena memegang batang yang berduri atau terkena serangga.

Pada dasarnya, untuk melatih keseimbangan Si Kecil, Moms harus menstimulasi otot kaki Si Kecil. Kegiatan-kegiatan diatas dapat membantu untuk melakukan hal ini. Dan, yang jelas kegiatan-kegiatan diatas sangat menyenangkan untuk dilakukan.

Read more
anak-usia-2-3-tahun-harus-sudah-menguasai-7-kebiasaan-ini
Anak Usia 2-3 Tahun Harus Sudah Menguasai 7 Kebiasaan Ini
0
0

Perkembangan Si Kecil di usia-usia dini dapat dikatakan perlu Moms ketahui lebih dalam, agar Moms dapat membantu Si Kecil untuk memaksimalkan masa penting tersebut. Salah satu masa paling penting adalah saat Si Kecil berusia antara 2-3 tahun. Usia ini adalah usia dimana otak Si Kecil mengalami perkembangan yang sangat pesat. Banyak kemampuan baru yang bisa dimiliki oleh Si Kecil. Pada dasarnya, mulai usia 2 tahun, alam bawah sadar dan kesadaran Si Kecil sudah terbentuk. Hal ini membuat Si Kecil dapat melakukan beberapa hal.

Berimajinasi

Sebelumnya, Si Kecil tidak akan bisa membayangkan apa yang terjadi pada suatu benda atau suatu kejadian. Tapi, antara umur 2-3 tahun, Si Kecil sudah memiliki imajinasi yang cukup luas dan detail.

Bereksperimen dengan Hal Baru

Karena kemampuannya untuk berimajinasi atau memiliki ingatan bawah sadar dan sadar yang sudah berkembang pesat, Si Kecil pasti memiliki keingintahuan yang besar. Jadi, pada usia ini, Si Kecil akan sangat aktif dan berusaha mengenal benda-benda maupun hal baru disekitarnya dengan inderanya. Tidak hanya dengan melihat, tetapi juga menyentuh dan merasakan. Jadi, Moms harus benar-benar mendampingi agar Si Kecil tidak terkena masalah.

Mengenal Konsep Kepemilikan

Si Kecil juga sudah mengenal konsep kepemilikan. Mereka akan tahu barang-barang mana yang menjadi miliknya maupun milik orang lain. Ini juga waktu yang tepat bagi Moms untuk mengajarkan disiplin dan tanggung jawab.

Berbicara

Bila Si Kecil tidak memiliki gangguan kesehatan, maka setidaknya Si Kecil sudah dapat berbicara dan menyusun kalimat yang sederhana. Minimal, Si Kecil sudah menguasai 50 hingga 200 kosa kata yang bisa dia gunakan untuk berkomunikasi.

Paham Saat Diperintah

Si Kecil juga sudah paham saat Moms memerintah melakukan sesuatu. Mereka juga paham untuk melakukan hal yang diperintahkan tersebut.

Makan Sendiri

Si Kecil juga sudah bisa makan makanannya sendiri. Karena itu, usia ini juga usia yang paling tepat untuk mengenalkan Finger Foods, demi melatih kemampuan indera peraba dan perasanya.

Bersosialisasi

Si Kecil pada usia ini sudah mulai menunjukkan kemampuan bersosialisasi yang baik. Tapi, ini juga sering menjadi masa rentan Si Kecil. Saat diejek, ada peluang bila hal tersebut dapat menjadi trauma bagi Si Kecil. Disini, Moms harus bisa mendampingi Si Kecil.

Read more
 

Like Our page