Dads, Kebiasaan Meninggalkan Si Kecil Bisa Pengaruhi Psikologisnya

November 3, 2016
Dads, Kebiasaan Meninggalkan Si Kecil Bisa Pengaruhi Psikologisnya

Sebagai pencari nafkah untuk keluarga, Dads pasti pernah ditugaskan untuk dinas keluar kota selama beberapa hari dan mau tak mau berpisah dengan Moms serta si Kecil di rumah. Dalam beberapa kasus, malah Moms juga ikut pergi karena sama-sama bekerja dan si Kecil terpaksa dititipkan kepada kerabat atau tetangga. Jika terlalu sering, ada kemungkinan munculnya gangguan pada psikologis si Kecil karena dia belum siap ditinggalkan Dads, apalagi dalam waktu yang lama.

Situasi seperti ini tentunya membuat Dads merasa dilema. Namun, Dads tak perlu cemas karena ada cara-cara yang dapat ditempuh untuk membuat si Kecil merasa nyaman dan tetap dekat dengan Dads tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

Apabila memungkinkan, Dads bisa mengajak si Kecil pergi ke luar kota atau luar negeri supaya dia tidak merasa kehilangan. Ajak serta Moms supaya bisa mengurus si Kecil secara bergantian. Hal ini tentunya harus dibicarakan terlebih dahulu dengan pihak kantor atau perusahaan supaya Dads tidak kerepotan dan mengurangi kesalahpahaman.

Kemudian, beri pengertian kepada si Kecil tentang pekerjaan Dads. Di usianya yang masih amat muda, si Kecil membutuhkan curahan kasih sayang dan perhatian tinggi dari kedua orangtuanya. Di sisi lain, respons setiap anak akan berbeda-beda, tergantung dari cara penyampaian Dads dan bagaimana si Kecil menyikapinya. Sebab, ada sebagian anak yang terbiasa ditinggalkan kedua orangtuanya dalam waktu lama dan mendapatkan kasih sayang yang sangat melimpah dari keluarga besarnya.

Namun, sebagian lagi malah akan merasa stres, memicu trauma, bahkan menurunkan nafsu makan si Kecil. Dads perlu mewaspadainya, karena hal-hal tersebut si Kecil jadikan sebagai bentuk protes sebab Dads meninggalkannya dalam waktu yang relatif lama. Beberapa tanda yang si Kecil tunjukkan sebagai bentuk protes adalah lebih pendiam, pemurung, hingga menjadi rewel.

Untuk mengantisipasinya, Dads dapat melakukan beberapa persiapan. Misalnya dengan mengenalkan si Kecil kepada sosok yang akan menggantikan posisi Dads saat bertugas nanti. Pastikan si Kecil mampu beradaptasi sebelum Dads mempercayakan tugas mengasuh kepada orang tersebut. Dalam hal ini, Dads harus melakukannya secara bertahap, sehingga si Kecil pun tidak merasa terpaksa. Bangun pula kerja sama bersama sosok yang akan mengisi posisi Dads kelak untuk membangun kepercayaan yang tinggi.

Semoga informasi di atas dapat membantu Dads sebelum meninggalkan si Kecil nanti, ya!

Leave a Reply

 

Like Our page