Anak Dipukul Temannya, Balas Pukul atau Menghindar?

February 12, 2017
Anak Dipukul Temannya, Balas Pukul atau Menghindar?

Bagi usia batita, mulai dari usia 2, 3-5 tahun adalah tahap eksplorasi sosial. Dalam hal ini, si kecil pun mulai menyimpan minat eksplorasi sosial lebih luas dibandingkan bergabung bersama teman sekelompoknya. Selain itu, tidak menutup kemungkinan terjadi konflik ketika si Kecil sedang bermain bersama teman-temannya. Ia juga bisa saja menerima serangan fisik, misalnya seperti dipukul, dijambak atau dicubit. Lalu, bagaimana menyikapinya?

Respon si Kecil

Saat si Kecil menerima serangan fisik, biasanya ia akan beraksi dengan cara menangis atau mengadu langsung kepada orang tuanya, hal tersebut merupakan reaksi yang sangat wajar. Bagi si Kecil, menangis merupakan cara agar ia bisa memberitahukan pada orang yang ada di sekitar, bahwa dirinya merasa tidak nyaman dan terancam terhadap perlakuan kasar dari teman sepermainannya.

Namun justru yang perlu Moms khawatirkan yaitu jika si Kecil membalasnya dengan memukul temannya tersebut yang memukulnya terlebih dulu. Meskipun ia melakukannya sebagai upaya pembelaan diri, jadi kemungkinan si Kecil justru menerima sanksi sosial, seperti akan dijauhi teman-temannya.

Hindari Terlibat Langsung

Setiap anak tentu mempunyai cara tersendiri untuk mempertahankan diri dan menyesuaikan dirinya dari lingkungan. Ada seorang anak yang menerima perlakuan kasar teman sepermainannya, seperti dipukul lalu ia balas memukul, tidak pula yang langsung lari saat akan dipukul, bahkan ada juga yang diam saja disebabkan merasa takut.

Demi menyikapi hal tersebut, Moms and Dads sebaiknya tidak langsung menghakimi hal-hal yang sudah anak perbuat. Selain itu, jangan pula memarahi atau membalas temannya yang sering memukul tadi. Justru cara tersebut tidak mengajarkan anak agar bersikap berani dan bertindak benar.

Biarkan si Kecil Mengambil Sikap

Latihan saat memecahkan masalah tentunya sangat berguna saat batita telah tumbuh menjadi seorang remaja hingga dewasa. Seorang penulis buku berjudul Kecerdasan Emosi, Lawrence E Saphiro menyarankan Anda untuk menggunakan teknik bertanya agar membantu si Kecil berpikir bagaimana caranya memecahkan masalah. Adapun yang harus dilakukan oleh Moms and Dads yaitu memberikan pengertian pada anak bahwa balik memukul tak bisa menyelesaikan masalah, terlebih lagi jika diam saja maupun lari menghindar.

Menumbuhkan Kepercayaan Diri si Kecil

Jika kasus tersebut terjadi saat si Kecil bersekolah, maka Moms bisa mengatakan pada si Kecil, “Jika Rio kembali memukulmu, kamu sebaiknya adukan ke ibu guru langsung. Sebab bunda tak bisa setiap waktu ada disampingmu.” Bisa juga, orang tua memohon kepada guru supaya masalah tersebut tak berkepanjangan. Sebab gurulah yang memiliki tanggung jawab untuk melerai anak-anak.

Leave a Reply

 

Like Our page