Pre-Schooler
jangan-lakukan-kesalahan-dalam-mendidik-anak-ini-ya-ayah
Jangan Lakukan Kesalahan dalam Mendidik Anak Ini ya Ayah!
0
0

Mendidik si kecil sebenarnya cukup sulit. Dads harus melakukannya dengan benar dan menghindari kesalahan. Kesalahan mendidik si kecil sering dilakukan moms dan dads. Seringkali Dads tak tahu bahwa itu adalah kesalahan yang harus dihindari saat mendidik si kecil. Apa saja kesalahan – kesalahan dalam mendidik si kecil ini ya?

Mengajari Si Kecil Tak Pernah Salah

Kesalahan ini sebenarnya seringkali dilakukan oleh Dads saat mendidik si kecil. Loh kok bisa? Pastinya Dads pernah melihat si kecil jatuh dan menangis. Kemudian untuk menenangkannya biasanya Dads bilang kodoknya nakal atau jalannya nakal. Sebenarnya ini terlihat sepele tetapi ini adalah pemahaman yang salah bagi si kecil karena menyalahkan benda atau orang lain. Padahal hal ini terjadi karena si kecil memang belum bisa berjalan dengan baik. Kedepannya si kecil akan cenderung menyalahkan orang lain bila berbuat salah.

Bohong pada Si Kecil

Apakah Dads pernah berbohong pada si kecil? Mungkin sudah sangat sering ya. Mulai saat ini sebaiknya Dads mulai menghindarinya. Berbohong apapun itu akan memiliki konsekuensi kedepannya. Si kecil menjadi tak percaya kepada Dads dan Moms. Bahkan bisa jadi si kecil akan kesulitan untuk mempercayai orang lain karena ada rasa trauma.
Sering Menakut – Nakuti Si Kecil

Kalimat bernada menakut – nakuti pastinya seringkali Dads lontarkan saat bersama si kecil. Misalnya, si kecil rewel, kemudian Dads mengatakan pada si kecil untuk jangan rewel, nanti kalau masih rewel didatangi orang gila. Kalimat tersebut memang terkadang manjur untuk membuat si kecil menjadi penurut. Apalagi bila yang dimunculkan adalah hal atau orang yang memang ditakuti si kecil.Tidak dilarang memang, tetapi sebaiknya sampaikan dengan baik dan benar. Jangan sampai si kecil trauma atau menjadi penakut saat sudah dewasa nanti.

Berkata Jelek dan Jorok

Dads pastinya pernah berkata jelek dan jorok saat bersama si kecil misalnya malas, bodoh, nakal, dan lain – lain. Sebaiknya sebisa mungkin untuk menghindari kata – kata negatif tersebut. Apapun yang Dads katakan akan diingat dan ditirukan si kecil nantinya. Si kecil akan meniru ucapan apapun yang Dads ucapkan. Jadi, berhati – hatilah. Dads pastinya tak ingin si kecil bilang goblok, bodoh, dan nakal di kemudian hari. Tahanlah bila Dads ingin mengumpat atau bisa mencoba mengumpat dengan kata – kata positif.  Itulah tadi beberapa kesalahan yang lazim dilakukan oleh Dads yang harus dihindari saat mendidik si kecil.

 

Read more
ayah-inilah-manfaat-melatih-disiplin-anak-sejak-usia-dini
Ayah, Inilah Manfaat Melatih Disiplin Anak Sejak Usia Dini
0
0

Menjadi disiplin tak mudah dilakukan oleh anak kecil. Si kecil masih ingin melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya dengan mengabaikan kedisiplinan. Membuat si kecil lebih disiplin sangat sulit. Tetapi, Dads tak perlu khawatir karena bisa melatih disiplin sejak kecil. Melatih disiplin si kecil sejak dini ternyata memiliki beberapa manfaat. Apa saja manfaatnya?

Memiliki Gaya Hidup Sehat

Si kecil yang disiplin sejak dini pastinya akan mempunyai pola hidup yang jauh lebih sehat. Melatih kedisiplinan si kecil pastinya akan membuat si kecil memiliki kebiasaan makan dan hidup yang lebih baik dengan melakukan rutinitas sehat dan kebiasaan yang baik pula. Si kecil juga akan mampu untuk memilih makanan sehat dan waktu makan tepat.

Mempunyai Kemampuan Sosial yang Sangat Baik

Disiplin sejak kecil ternyata juga akan melatih kemampuan sosial si kecil dengan baik. Si kecil akan paham bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain, bertutur dengan sopan saat berkomunikasi, dan bergaul dengan luwes. Tak ada salahnya Dads melatih kedisiplinan sedari kecil agar membuat si kecil memiliki kemampuan dan jiwa sosial yang baik.

Memilih Makanan Yang Sehat dan Baik

Menjadi lebih disiplin ternyata membawa kebiasaan baik bagi si kecil. Si kecil mampu memilih makanan yang sehat dan baik ketika diajari kedisiplinan sejak dini. Dengan membiasakan si kecil disiplin, si kecil menjadi tahu makanan apa yang sehat dan tak sehat sehingga si kecil mampu menentukan dan memilih makanan yang sehat dan baik bagi kesehatannya. Dengan kedisiplinan dini, si kecil akan mampu mengerti beberapa efek negatif mengkonsumsi makanan tak sehat bagi kesehatannya.

Lebih Teratur

Saat si kecil menjadi disiplin sejak kecil, maka akan menjadi lebih teratur. Misalnya, waktunya mandi dan belajar, maka si kecil akan segera mandi dan belajar tanpa disuruh lagi. Hal ini berlaku untuk melakukan aktivitas lainnya. Si kecil tidak akan berani melanggar peraturan yang diterapkan di keluarga ataupun lingkungan sekitar. Si kecil juga tahu hal – hal yang kurang baik untuk kesehatan misalnya rokok dan alkohol. Ke depannya si kecil akan tahu dampak buruk terhadap rokok dan alkohol sehingga si kecil bisa menghindari semaksimal mungkin karena tidak berdampak baik bagi kesehatan.

Membuat Lebih Percaya Diri

Melatih disiplin sejak dini berdampak baik bagi jiwa si kecil. Si kecil akan lebih percaya diri karena kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, maka si kecil mampu bersikap positif dan mampu mengembangkan dirinya dengan baik.

Read more
mau-menjalin-komunikasi-yang-baik-dengan-anak
Mau Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Anak? Ini yang Perlu Ayah Lakukan
0
0

Komunikasi yang lancar dengan si Kecil akan membangun hubungan yang kuat antara Dads dengannya. Apalagi Dads adalah kepala keluarga yang wajib membimbingnya dan membantunya dalam membentuk karakter yang baik serta berguna untuk masyarakat. Selain itu, si Kecil yang dibesarkan dalam keluarga bahagia dinilai mempunyai kemampuan sosialisasi yang bagus. Jika Dads masih merasa kesulitan atau belum tahu cara berkomunikasi dengan baik, berikut ada beberapa cara yang bisa Dads lakukan.

Mendengarkan Si Kecil

Jadilah pendengar yang baik untuk si Kecil. Tanyakan kegiatan apa saja yang mereka lakukan di sekolah dan simaklah setiap racauan yang mereka lontarkan. Jangan palingkan perhatian Dads ke televisi atau gawai saat si Kecil sedang bercerita.

Luangkan Waktu

Jika Dads termasuk orangtua yang gandrung dengan media sosial, sebaiknya kurangi waktu bermain di dunia maya dan luangkan waktu dengan mengobrol bersama si Kecil. Dads dapat mengawalinya dari minat mereka. Kemudian, masuklah ke dunia si Kecil untuk memahaminya dengan lebih baik.

Kesempatan Merespons

Tidak seperti orang dewasa, si Kecil membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses dan memahami perkataan Dads. Maka setelah Dads menceritakan sesuatu, berikan kesempatan untuk si Kecil untuk mencernanya sebelum memberikan respons bagi Dads.

Jadi Pembimbing yang Baik

Paparan perkembangan teknologi yang semakin canggih kian sulit dipisahkan dari si Kecil. Alih-alih menjauhkannya, Dads sebaiknya membimbing si Kecil untuk menggunakan gawai seperti ponsel atau tablet untuk hal-hal yang bermanfaat.

Pakai Cara yang Sederhana

Nalar si Kecil yang masih terbatas tentunya tidak sebanding dengan orang dewasa seperti Dads. Maka dari itu, hindari kata-kata rumit saat sedang menjelaskan sesuatu kepada si Kecil supaya dia bisa lebih cepat memahami apa yang Dads katakan.

Hargai dan Hibur Si Kecil

Hargai setiap pencapaian yang berhasil si Kecil raih dalam masa tumbuh kembangnya. Di sisi lain, Dads juga harus menghiburnya saat si Kecil memperoleh kegagalan. Jangan lupa untuk menumbuhkan lagi rasa percaya dirinya yang sempat turun.

Sampaikan dengan Cara Positif

Dalam beberapa situasi, orangtua tak jarang menggunakan intonasi tinggi saat mengawasi atau memberi pelajaran kepada si Kecil. Memang sulit dilakukan, tetapi kalau memungkinkan, Dads sebaiknya memilih cara yang lebih positif dan lembut saat hendak memerintahkan sesuatu kepada si Kecil.

Ajak Si Kecil Berdiskusi

Mengajak si Kecil membahas masalah keluarga memang bukan tindakan tepat karena cara berpikir mereka belum setinggi Dads. Namun, jangan sungkan untuk memberinya porsi untuk berdiskusi agar si Kecil merasa dihargai dan tidak diasingkan dari keluarga.

Semoga Dads dapat membangun komunikasi yang baik dengan si Kecil!

Read more
anak-dipukul-temannya-balas-pukul-atau-menghindar
Anak Dipukul Temannya, Balas Pukul atau Menghindar?
0
0

Bagi usia batita, mulai dari usia 2, 3-5 tahun adalah tahap eksplorasi sosial. Dalam hal ini, si kecil pun mulai menyimpan minat eksplorasi sosial lebih luas dibandingkan bergabung bersama teman sekelompoknya. Selain itu, tidak menutup kemungkinan terjadi konflik ketika si Kecil sedang bermain bersama teman-temannya. Ia juga bisa saja menerima serangan fisik, misalnya seperti dipukul, dijambak atau dicubit. Lalu, bagaimana menyikapinya?

Respon si Kecil

Saat si Kecil menerima serangan fisik, biasanya ia akan beraksi dengan cara menangis atau mengadu langsung kepada orang tuanya, hal tersebut merupakan reaksi yang sangat wajar. Bagi si Kecil, menangis merupakan cara agar ia bisa memberitahukan pada orang yang ada di sekitar, bahwa dirinya merasa tidak nyaman dan terancam terhadap perlakuan kasar dari teman sepermainannya.

Namun justru yang perlu Moms khawatirkan yaitu jika si Kecil membalasnya dengan memukul temannya tersebut yang memukulnya terlebih dulu. Meskipun ia melakukannya sebagai upaya pembelaan diri, jadi kemungkinan si Kecil justru menerima sanksi sosial, seperti akan dijauhi teman-temannya.

Hindari Terlibat Langsung

Setiap anak tentu mempunyai cara tersendiri untuk mempertahankan diri dan menyesuaikan dirinya dari lingkungan. Ada seorang anak yang menerima perlakuan kasar teman sepermainannya, seperti dipukul lalu ia balas memukul, tidak pula yang langsung lari saat akan dipukul, bahkan ada juga yang diam saja disebabkan merasa takut.

Demi menyikapi hal tersebut, Moms and Dads sebaiknya tidak langsung menghakimi hal-hal yang sudah anak perbuat. Selain itu, jangan pula memarahi atau membalas temannya yang sering memukul tadi. Justru cara tersebut tidak mengajarkan anak agar bersikap berani dan bertindak benar.

Biarkan si Kecil Mengambil Sikap

Latihan saat memecahkan masalah tentunya sangat berguna saat batita telah tumbuh menjadi seorang remaja hingga dewasa. Seorang penulis buku berjudul Kecerdasan Emosi, Lawrence E Saphiro menyarankan Anda untuk menggunakan teknik bertanya agar membantu si Kecil berpikir bagaimana caranya memecahkan masalah. Adapun yang harus dilakukan oleh Moms and Dads yaitu memberikan pengertian pada anak bahwa balik memukul tak bisa menyelesaikan masalah, terlebih lagi jika diam saja maupun lari menghindar.

Menumbuhkan Kepercayaan Diri si Kecil

Jika kasus tersebut terjadi saat si Kecil bersekolah, maka Moms bisa mengatakan pada si Kecil, “Jika Rio kembali memukulmu, kamu sebaiknya adukan ke ibu guru langsung. Sebab bunda tak bisa setiap waktu ada disampingmu.” Bisa juga, orang tua memohon kepada guru supaya masalah tersebut tak berkepanjangan. Sebab gurulah yang memiliki tanggung jawab untuk melerai anak-anak.

Read more
 

Like Our page