Kondisi Pencernaan Saat Bayi Ternyata Pengaruhi Alergi

November 16, 2016
Kondisi Pencernaan Saat Bayi Ternyata Pengaruhi Alergi

Sistem pencernaan yang sehat adalah salah satu syarat untuk menjaga kesehatan si Kecil yang baru lahir. Jika mikroba baik yang secara alami menetap pada usus si Kecil mengalami gangguan di minggu pertama sejak kelahirannya, maka risiko terserang alergi hingga asma di usia anak-anak pun akan naik sampai tiga kali lipat lebih tinggi.

Informasi tersebut merupakan fakta terbaru dari dunia mikrobiologi serta bakteri yang menetap di sistem pencernaan si Kecil. Para peneliti menemukan fakta bahwa bakteri baik adalah bagian intim dari sebuah ikatan antara Moms dengan si Kecil. Susan Lynch, sebagai gastroenterelog dari Universitas California, San Fransisco berpendapat bahwa kondisi tersebut dimulai saat Moms melahirkan.

Si Kecil mengawali kehidupannya di dalam rahim yang notabene bebas kuman. Dia tumbuh di kantung bernama amniotik steril dan terisolasi dari mikroba yang penting. Kemudian saat si Kecil dilahirkan lewat saluran kelahiran, muncullah perkembangbiakan bakteri dari Moms secara alami.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa proses persalinan normal akan meningkatkan aktivitas bakteri baik yang berada di dalam usus si Kecil yang baru lahir. Hal tersebut berlaku pula saat dia menerima ASI dari Moms maupun dari hewan peliharaan yang berada di rumah. Lantas proses persalinan Caesar serta pemakaian antibiotik pasca melahirkan malah melemahkan bakteri-bakteri baik tersebut.

Berikut ini ada beberapa gejala hipersensitif pada sistem pencernaan si Kecil.

  • Sering gumoh/muntah, kembung, hingga cegukan. Kondisi ini sering disebut gastrooesepageal refluks;
  • Si Kecil sering buang angin keras/kentut;
  • Si Kecil kerap rewel, gelisah, atau kolik menangis secara berkepanjangan selama 15 menit atau bahkan lebih. Hal tersebut sering diakibatkan rasa kurang nyaman pada perutnya dan terjadi di sore hingga malam hari dengan tengah malam atau subuh sebagai puncaknya. Namun, Moms tak perlu cemas karena gangguan ini akan berkurang saat si Kecil menginjak usia tiga bulan;
  • Buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan feses cair atau berbentuk seperti biji cabai. Bahkan si Kecil bisa sampai berak darah. Pada kondisi tertentu, si Kecil tidak buang air besar setiap hari dan fesesnya berwarna hijau kehitaman serta berbau;
  • Mengeluarkan air liur berlebih dan mulutnya jadi lebih sensitif.

Jika Moms mendapati gejala-gejala tersebut pada si Kecil, segera kunjungi dokter. Sebab kalau tidak ditangani, risiko alergi akan meningkat.

Leave a Reply

 

Like Our page