Persalinan premature atau dini adalah hal yang harus dihindari saat hamil. Proses persalinan dini terjadi sebelum usia kehamilan mencapai minggu ke 37 atau 38. Kelahiran dini biasanya berakibat kurang baik bagi kesehatan si bayi kedepannya. Ada resiko medis dan penyakit yang harus dihadapi. Sebaiknya kenalilah penyebab terjadinya persalinan dini agar Moms lebih waspada. Merokok dan Minum Alkohol Merokok ataupun mengkonsumsi alkohol adalah menjadi penyebab utama yang menyebabkan persalinan dini atau premature. Sebaiknya Moms mengurangi intensitas merokok dan minum alkohol selama kehamilan. Kandungan racun dan zat – zat berbahaya di dalam alkohol dan rokok membahayakan kehidupan si janin di dalam rahim sehingga membuatnya tak stabil. Kondisi ini akan membuat Moms kekurangan nutrisi sehingga si janin tidak dalam kondisi sehat. Selain itu, kecanduan obat – obatan terlarang juga beresiko tinggi terjadinya persalinan dini. Jarak Kehamilan yang Terlalu Dekat Moms yang mengalami proses kehamilan yang terlalu dekat atau kurang dari 1.5 tahun maka akan beresiko terjadinya persalinan dini. Jarak kehamilan yang terlalu dekat berbahaya pada kehidupan si janin dan Moms sendiri. Hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian yang dilaksanakan untuk mengetahui hubungan jarak kelahiran dan persalinan dini. Masa kehamilan yang singkat dan dekat memicu proses persalinan selanjutnya tak bisa mencapai minggu ke 37. Masalah Pada Leher Rahim atau Rahim Penyebab lainnya adalah masalah pada leher rahim ataupun rahim. Bila keduanya mengalami masalah misalnya terlalu besar atau strukturnya tak normal, berhati – hatilah karena resiko terjadinya persalinan dini lebih besar terjadi. Sebaiknya cek kondisi rahim secara berkala. Terjadinya Infeksi Gusi Masalah atau infeksi gusi adalah penyebab terjadinya persalinan dini. Gusi yang terinfeksi dapat mempengaruhi produksi hormon yang membuat bakteri akan mudah masuk ke dalam aliran darah. Pastinya ini mempengaruhi terjadinya persalinan dini dan sistem kekebalan tubuh Moms. Stress Stress adalah kondisi yang wajar selama masa kehamilan. Stress bisa dikarenakan perubahan hormon yang mampu mengubah mood dan suasana hati dengan cepat. Tetapi kondisi ini akan berbahaya bila dirasakan terus menerus sehingga Moms menjadi tertekan secara berlebihan. Kondisi ini akan menyebabkan terjadinya kontraksi dini dan memicu proses persalinan dini. Hamil di Usia Belia Kelahiran dini bisa terjadi pada Moms yang berusia sangat belia atau muda. Umur sangat muda beresiko terjadinya persalinan premature. Usia tersebut berada dibawah 17 tahun. Karena masih sangat muda, Moms harus mendapatkan perawatan dan perlakuan berbeda saat hamil. Komplikasi Kehamilan Penyebab terakhir terjadinya persalinan dini adalah komplikasi kehamilan. Berbagai penyakit bisa timbul saat hamil seperti gestational diabetes, ketuban pecah, dan preeclampsia. Jadi, Moms harus berhati – hati dan mengecek kondisi kesehatan saat kehamilan.
Read more
Siapapun ibunya pasti akan merasa senang dan bahagia bila si bayi yang dilahirkan sehat, normal, dan gemuk. Akan lebih bahagia bila si kecil terlihat lebih cerah, bersih, dan putih. Warna kulit bayi yang putih biasanya dipengaruhi faktor genetik Moms dan Dads. Tetapi, sebenarnya Moms yang tak memiliki kulit putih pun punya kemungkinan melahirkan bayi berkulit putih dengan mengkonsumsi beberapa makanan di bawah ini. Minum Air Putih Air putih ternyata tak hanya berkhasiat bagi kesehatan Moms saja. Air putih juga berguna untuk membuat air ketuban lebih jernih dan bersih. Bila air ketuban bersih dan jernih, pastinya kesehatan kulit si jabang bayi akan terjaga sehingga akan terlahir ke dunia dengan kulit cerah dan bersih. Jadi, tak ada salahnya memenuhi kebutuhan dan konsumsi air putih setiap hari. Air Kelapa Air kelapa juga bisa digunakan sebagai makanan pembuat kulit si kecil lebih bersih dan putih. Air kelapa mengandung kandungan elektrolit yang tinggi yang berguna sebagai antioksidan alami untuk tubuh. Mengkonsumsi air kelapa selama kehamilan diperbolehkan. Selain mampu mencegah dehidrasi, air kelapa juga mampu menjernihkan air ketuban di rahim Moms sehingga si kecil yang akan dilahirkan ke dunia memiliki kulit lebih cerah dan bersih. Kacang Hijau Kacang hijau juga berkhasiat sebagai makanan yang membuat kulit si kecil lebih bersih. Kacang hijau dan air rebusannya sangat berguna untuk tubuh karena terdapat kandungan nutrisi bagus yang mampu menjaga pertumbuhan si janin di dalam rahim. Adanya kandungan asam folat dan protein yang tinggi di dalam kacang hijau berguna untuk menjernihkan air ketuban sehingga si kecil memiliki kulit yang bersih dan putih. Susu Kedelai Salah satu bahan makanan untuk membuat kulit si kecil lebih bersih adalah susu kedelai. Di dalam susu kedelai mengandung protein dan vitamin E yang tinggi. Kandungan nutrisi ini tak hanya berkhasiat untuk meningkatkan kepadatan dan pertumbuhan tulang saja tetapi juga berdampak pada kulit si kecil yang lahir. Kulit si bayi akan lebih cerah dan bersih dengan mengkonsumsi susu kedelai saat Moms hamil. Pori – pori kulit si kecil akan lebih kecil sehingga terlihat bersih, mulus, dan halus. Sayuran Hijau Makanan untuk membuat si bayi lebih putih adalah sayuran hijau. Di dalam sayuran hijau terdapat kandungan antioksidan dan vitamin yang sangat bagus untuk melancarkan detoksifikasi dan pencernaan sehingga tubuh terhindar dari lemak dan racun – racun. Kandungan nutrisi di dalam sayuran hijau juga berkhasiat untuk membuat kulit si kecil lebih halus dan putih. Bagaimana Moms, tidak sulit kan menemukan bahan makanan di atas? Satu hal yang harus Moms ingat, walaupun mengkonsumsi makanan di atas bisa membuat kemungkinan si kecil yang lahir nanti memiliki kulit yang kulit bersih menjadi lebih besar, faktor genetiklah yang paling menentukan kulit si kecil nantinya.
Read more
Sebagai ibu hamil, pastinya Moms memiliki aktivitas fisik yang kurang dan tak sepadat biasanya. Moms sudah jarang jalan – jalan keluar rumah karena biasanya hanya berkutat di dalam rumah saja. Padahal melakukan aktivitas di luar rumah lebih aktif akan mempermudah persalinan lebih lancar dan cepat. Tak ada salahnya Moms melakukan beberapa tips dibawah ini. Berjongkok Posisi jongkok ternyata dipercaya menjadi posisi alami untuk membantu proses persalinan. Tak ada salahnya Moms berjongkok atau melakukan gerakan jongkok. Sedikit sulit tetapi akan sangat berguna untuk proses persalinan. Dengan berjongkok, maka otot perut dan paha akan lebih kuat. Otot paha dan perut yang jauh lebih kuat pastinya akan membuat persalinan lebih lancar dan cepat karena mampu mendorong bayi dari dalam rahim untuk keluar. Latihan berjongkok selama kehamilan akan membuat elastisitas jalur bersalin dan membuatnya terbuka lebih lebar. Menguasai Teknik Pernapasan yang Tepat Agar Moms bersalin lebih lancar dan cepat, ingat dan kuasailah teknik pernapasan yang tepat. Moms harus mengatur napas dan cara bernapas saat menjalani proses persalinan agar pikiran lebih tenang. Bernapas dengan baik akan mengikat banyak oksigen yang terhirup dan dialirkan pada seluruh sel – sel tubuh, dan otot rahim agar bisa berkontraksi dan mengeluarkan janin lebih kuat. Dengan proses pernapasan yang baik akan membuat pikiran rileks dan membuat otot – otot tubuh mengendur. Sering Berjalan Walaupun aktivitas Moms terbatasi saat hamil, tak ada salahnya untuk tetap bergerak aktif. Salah satunya adalah dengan berjalan. Berjalan membuat proses persalinan akan berjalan lancar. Moms bisa berjalan, duduk tegak, ataupun berdiri sehingga gravitasi bumi bisa menarik kepala janin yang sudah keluar di jalan lahir. Kepala si janin secara tak langsung akan menarik mulut rahim dan membuat proses pembukaan dimulai. Melakukan Pijatan Untuk memperlancar proses persalinan, tak ada salahnya untuk menikmati pijatan. Moms bisa meminta pijatan suami pada area pinggul yang membuat Moms merasa rileks dan nyaman. Pijatan ini dilakukan menjelang proses persalinan agar Moms lebih siap saat melahirkan. Kondisi pikiran dan tubuh yang rileks akan mempengaruhi organ tubuh agar lebih kendur. Menghirup Aromaterapi Agar proses persalinan lebih lancar, tak ada salahnya Moms menghirup aromaterapi. Lavender dapat menjadi pilihan tepat untuk membantu menyamarkan rasa sakit dan membuat Moms lebih rileks dan santai. Minyak terapi lavender mengandung zat yang dapat mengurangi rasa sakit dan mengendurkan otot – otot rahim.
Read more
Si Kecil memiliki sistem imum atau daya tahan tubuh yang masih rendah, itulah sebabnya mengapa mereka lebih rawan terkena penyakit. Tak jarang Moms pasti sering sekali mendapati Si Kecil yang gampang terkena flu, batuk, demam, dan penyakit lainnya. Pentingnya Sistem Imun Sistem imun sendiri adalah suatu bentuk pencegahan tubuh manusia untuk melawan suatu benda asing yang masuk seperti virus, bakteri, serta penyakit lainnya. Apabila Moms menemukan Si Kecil sering sakit maka itu berarti daya tahan tubuhnya sedang turun. Sistem imun sendiri sangat penting sekali bagi manusia terutama bagi Si Kecil. Hal ini disebabkan karena anak-anak sedang dalam masa aktif dan sering bermain. Kuman dan bakteri bisa diperoleh dari berbagai macam tempat atau barang yang dimainkan oleh Si Kecil. Tips Meningkatkan Imun Anak Moms dan Dads pastinya sangat khawatir jika Si Kecil menjadi sering sekali sakit. Namun, hal tersebut dapat dicegah yaitu dengan meningkatkan daya tahan tubuh untuk Si Kecil. Biasanya, para orang tua akan melakukan berbagai cara sehat agar Si Kecil terhindar dari berbagai macam ancaman penyakit. Berikut ini ada beberapa tips sehat jitu yang bisa Moms gunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil agar tak mudah sakit. ASI Ekslusif Untuk Si Kecil yang masih bayi, pemberian ASI ekslusif akan membuat tubuh bayi menjadi sehat dan kebal terhadap penyakit. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa ahli yang menemukan kalau ASI mengandung banyak vitamin, gizi dan mineral yang mampu meningkatkan sistem daya tahan tubuh Si Kecil. Ajak Olahraga Olah raga adalah kunci kesehatan manusia karena semua racun dalam tubuh akan keluar melalui keringat. Selain itu, seluruh badan juga akan menjadi sehat, persendian tidak kaku, peredaran darah lancar, dll. Makanan Bergizi Moms dan Dads di rumah dapat mengajarkan Si Kecil tentang pola hidup sehat sedari dini yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Ajarkan juga pada Si Kecil untuk tidak terlalu sering jajan sembarangan saat di sekolah. Imunisasi Rutin Pemberian imunisasi pada Si Kecil juga harus Moms perhatikan agar mereka terhindar dari segala macam bentuk penyakit ataupun virus seperti cacar, campak, polio, dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bentuk pencegahan jangka panjang yang sangat penting sekali dilakukan. Memberikan Suplemen Tambahan Ternyata Moms juga bisa memberikan Si Kecil sumplemen tambahan agar daya tahan tubuhnya semakin meningkat. Moms dapat menggunakan berbagai jenis sumplemen yang dijual di apotek atau dari dokter anak. Selain itu, memberikan sumplemen alami juga akan lebih baik karena tanpa efek samping seperti jamu temulawak, beras kencur, madu, susu, dan sebagainya. Dengan menggunakan tips sehat di atas, Moms dan Dads dapat menjaga agar Si Kecil tetap sehat dan kuat. Daya tahan tubuh atau sistem imun sangatlah penting agar anak-anak terhindar dari segala bentuk penyakit dan tumbuh dengan baik.
Read more
Tidur adalah salah satu cara untuk mengistirahatkan tubuh yang paling baik dan tepat. Jam tidur yang paling disarankan bagi orang dewasa pada umumnya adalah 8 jam dalam sehari. Hal tersebut sangat dianjurkan sekali oleh dokter karena dalam 24 jam manusia pergi beraktivitas seharian. Pentingnya Tidur Tidur sangat penting sekali karena tak hanya mampu mengistirahatkan tubuh serta pikiran tetapi juga sangat baik untuk menjaga kesehatan. Sebuah penelitian di Eropa menunjukkan kalau orang yang memiliki jam tidur kurang akan beresiko terkena serangan jantung dan juga stroke dalam kurun waktu 7 hingga 25 tahun. Jam Tidur Si Kecil Meskipun tidak memiliki terlalu banyak aktivitas dan pekerjaan layaknya orang dewasa, Si Kecil juga membutuhkan waktu istirahat. Hal ini agar tubuhnya senantiasa sehat dan segar serta meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Perlu Moms dan Dads ketahui kalau ternyata jam tidur yang dibutuhkan Si Kecil lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Terlebih lagi Si Kecil yang masih bayi dimana jam tidur yang dibutuhnya sangatlah lama yaitu hingga belasan jam dalam sehari. Jam Tidur Menurut Usia Banyak orang tua yang tidak mengetahui sebenarnya berapa lama jam tidur yang memang diperlukan untuk Si Kecil. Tak sedikit pula para orang tua yang memaksa untuk menyuruh anak-anaknya tidur tanpa memperhatikan waktu tidur yang baik dan benar. Inilah daftar jam tidur berdasarkan usia Si Kecil yang dibutuhkan oleh tubuh dalam sehari. Si Kecil usia 0 hingga 3 bulan : 14 hingga 17 jam dalam sehari. Si Kecil usia 4 hingga 11 bulan : 12 hingga 15 jam dalam sehari. Si Kecil usia 1 hingga 2 tahun : 11 hingga 14 jam dalam sehari. Si Kecil usia 3 hingga 5 tahun : 10 hingga 13 jam dalam sehari. Si Kecil usia 6 hingga 13 tahun : 9 hingga 11 jam dalam sehari. Nah, dari daftar tersebut dapat Moms dan Dads perhatikan kalau ternyata semakin bertambahnya usia Si Kecil maka kebutuhan jam tidurnya semakin berkurang. Jadi, Si Kecil yang masih bayi dan belum memiliki aktivitas yang banyak, belum tentu membutuhkan jam tidur sedikit. Bayi malah membutuhkan jam tidur yang sangat lama. Mulai sekarang, Moms dan Dads harus lebih memperhatikan jam tidur yang dibutuhkan Si Kecil agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Read more
Memang ada banyak sekali kasus dimana Si Kecil terutama yang masih bayi sangat rentan sekali terhadap virus yang menyebabkan infeksi pada mata, hidung ataupun telinga. Biasanya penanganan atau pengobatan yang digunakan adalah dengan memberikan obat tetes pada Si Kecil. Namun, apakah cara tersebut aman dan benar? Sebaiknya Jangan! Moms pastinya khawatir dan tidak tega apabila melihat Si Kecil susah bernapas karena hidung yang tersumbat lendir pekat akibat pilek. Hal ini memang akan membuat Si Kecil sangat tidak nyaman dan juga tidak dapat bernapas dengan baik. Bagi sebagian besar Moms, menggunakan obat tetes yang bisa dibeli di apotek adalah bentuk penanggulangan pertama yang dirasa cukup tepat. Memberikan obat tetes pada Si Kecil bertujuan agar lendir di dalam hidung menjadi encer sehingga dapat dikeluarkan dengan mudah. Akan tetapi, ternyata pemberian obat tetes pada Si Kecil kurang baik loh Moms! Menggunakan obat tetes pada hidung bayi bisa sangat berbahaya sekali karena cairan bisa saja tertelan atau mengalir ke bagian tubuh lainnya seperti mata, bagian kepala, dll. Sama halnya juga untuk obat tetes telinga yang tidak boleh digunakan secara sembarangan pada Si Kecil yang masih bayi. Pengawasan Dokter Apabila Moms dan Dads terpaksa harus menggunakan obat tetes pada Si Kecil, maka sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter anak. Moms jangan terlalu gegabah untuk membeli obat tetes sembarangan di apotek atau toko obat terdekat. Meskipun terlihat sangat sepele, penggunaan obat tetes yang salah dapat menimbulkan bahaya lain dan akan menghilangkan manfaat dari obat itu sendiri. sebaiknya langsung periksakan kondisi Si Kecil ke dokter anak. Di sana Si Kecil akan mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Kalaupun dokter menggunakan obat tetes pada Si Kecil maka Moms dan Dads akan dijelaskan cara menggunakannya dengan cara yang benar dan tepat. Cara yang Tepat Ada beberapa cara yang Moms harus lakukan ketika akan memberikan obat tetes pada Si Kecil yang masih bayi. Si Kecil sebaiknya di bedong terlebih dahulu agar tidak menimbulkan pergerakan yang berlebihan. Hal ini juga akan mempermudah Moms saat meneteskan obat tersebut ke bagian yang infeksi seperti mata, hidung, ataupun telinga. Berikan obat tetes tersebut ketika Si Kecil dalam keadaan terbangun. Apabila Moms memberikan obat tersebut saat Si Kecil tidur maka hal tersebut akan sangat mengganggu atau bahkan membahayakan. Pemberian obat tetes sebaiknya dilakukan dalam posisi Si Kecil dalam gendongan atau tiduran. Untuk obat tetes telinga, miringkan bagian kepala Si Kecil sedikit agar cairan obat dapat masuk dengan lancar. Nah, itulah tadi pembahasan mengenai pemberian obat tetes pada Si Kecil khususnya yang masih bayi. Obat tetes ini sebenarnya aman digunakan tetapi sebaiknya jangan terlalu sering. Moms dan Dads harus lebih waspada lagi atau menggunakan alternatif pengobatan lain. Pergilah ke dokter anak agar Si Kecil mendapatkan pengobatan yang tepat. Selain itu, Moms dan Dads juga akan mendapatkan informasi lebih jelas tentang penggunaan obat tetes untuk Si Kecil.
Read more
Ada banyak orang tua yang memberikan makanan pengganti ASI atau susu formula untuk Si Kecil. Sebenarnya, hal ini tidaklah salah. Namun, akan lebih baik, bila Moms memberikan ASI eksklusif untuk Si Kecil hingga dia berusia 2 tahun. Ada banyak manfaat yang bisa didapat oleh Si Kecil maupun Moms sendiri. Berikut penjelasannya. Kebutuhan Nutrisi Si Kecil Dalam ASI, terdapat berbagai nutrisi yang berguna untuk perkembangan tubuh dan otak Si Kecil. Ingat, usia di bawah 2 tahun merupakan usia paling penting karena pada saat itu, mereka mengalami perkembangan yang pesat, terutama otak mereka. ASI mengandung kalori, protein, Vitamin A dan C, antibodi dan berbagai mineral yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mendukung perkembangan ini. Kalau dirinci, dengan meminum ASI, kebutuhan 1/3 kebutuhan kalori Si Kecil, 1/3 kebtuhan protein, 45% kebutuhan Vitamin A dan 90% kebutuhan Vitamin C sudah terpenuhi. Ditambah lagi, nutrisi lain seperti asam folat yang penting untuk perkembangan otak dan antibodi yang dapat mencegah berbagai jenis penyakit juga didapat. Mencegah Penyakit Seperti disebutkan sebelumnya, antibodi dalam ASI dapat membantu Si Kecil untuk mencegah berbagai penyakit. Hal ini memang sudah terbukti. Bila Moms memberikan ASI setelah Si Kecil berusia 6 bulan, maka resiko Si Kecil terkena alergi dan asma dapat dikurangi. Sumber Lemak dan Energi ASI juga bisa dikatakan sebagai sumber lemak dan energi yang aman dan tak tergantikan untuk Si Kecil. Lemak dibutuhkan sebagai cadangan energi, saat Si Kecil sakit dan tubuhnya membutuhkan energi untuk memulihkan kondisinya. Lalu, energi dibutuhkan karena pada saat Si Kecil berusia 2 tahun, fungsi motoriknya berkembang pesat, yang membuat Si Kecil aktif bergerak. Sistem Pencernaan Moms perlu tahu bila sistem pencernaan Si Kecil saat masih berusia 2 tahun belumlah terbentuk dengan sempurna. Oleh karena hal ini, pemberian makanan tambahan sebenarnya tidak dianjurkan. Meskipun makanan sudah dilumerkan atau dihancurkan agar mengurangi resiko terjadinya masalah pencernaan, tetap saja ASI adalah yang terbaik. Ditambah lagi, ASI dapat membantu percepatan pembentukan lapisan dalam usus Si Kecil. Lapisan ini dapat menjadi filter yang melindungi tubuh Si Kecil dari berbagai zat berbahaya yang dapat ikut terserap dan menimbulkan alergi. Manfaat untuk Moms Dan, terakhir adalah manfaat untuk Moms. Dengan memberikan ASI, maka ikatan batin Moms dan Si Kecil akan semakin kuat. Lagipula, memberikan ASI menjadi pengalaman paling menakjubkan dalam hidup Moms, bukan?
Read more
Ada kalanya Moms memberikan makanan tambahan atau bila Si Kecil masih minum ASI, diberikan makanan pendamping ASI. Makanan tambahan seperti ini juga diberikan saat Moms ingin memperkenalkan Finger Foods pada Si Kecil. Namun, Moms juga harus berhati-hati saat memberikan makanan-makanan ini, karena ada resiko tersedak. Saat orang dewasa tersedak, maka hal ini bisa diatasi dengan mencoba batuk. Tapi, untuk Si Kecil, yang masih belum mengontrol sepenuhnya fungsi tubuhnya, hal ini bisa berbahaya. Bahkan, bila tidak mendapatkan pertolongan, nyawa dapat menjadi taruhannya. Dan, berikut beberapa makanan yang bisa membuat tersedak. Buah dengan Biji Buah seperti semangka memang mudah lumer dimulut dan dicerna. Tapi, dengan banyaknya biji didalamnya, maka hal tersebut berbahaya bagi Si Kecil. Jadi, Moms harus benar-benar teliti saat menghilangkan biji-bijinya, jangan sampai ada yang tertinggal. Ayam dan Ikan Mungkin Moms menyajikan ayam dan ikan dalam bentuk filet atau sudah digiling. Namun, tetap harus diperiksa lebih lanjut apakah ada potongan tulang dan duri yang tersisa, agar jangan sampai membuat Si Kecil tersedak. Selai Kacang Sebenarnya, Moms bisa memberikan selai kacang murni yang sangat halus yang mudah untuk ditelan. Tapi, ingat, bila selai kacang termasuk mempunyai kepekatan yang tinggi. Kondisi makanan yang seperti ini juga dapat menyebabkan Si Kecil tersedak. Moms tidak boleh memberikannya secara langsung, misalnya satu sendok selai kacang karena Si Kecil menyukai rasanya. Akan lebih baik, bila Moms menjadikan selai kacang sebagai pelengkap makanan lain, seperti roti atau biskuit. Kacang Polong Memang, bila Moms merebus kacang polong dalam waktu yang cukup lama, maka akan lebih mudah untuk dimakan. Tapi, bila Si Kecil makan dalam jumlah banyak, ada peluang bila beberapa biji akan tertelan langsung tanpa terkunyah secara baik. Hal ini bisa meningkatkan resiko tersedak. Jadi awasi Si Kecil saat makan makanan ini. Wortel Wortel sangat baik karena mengandung Vitamin A dan C. Namun, sebaiknya jangan menyajikannya dalam potongan yang besar. Potong kecil-kecil atau bila perlu parut halus agar lebih mudah dimakan dan mengurangi resiko tersedak. Makanan yang Menimbulkan Alergi Makanan-makanan yang disebutkan di atas dapat meningkatkan resiko tersedak karena teksturnya. Namun, selain tekstur, Moms juga harus memperhatikan apakah Si Kecil mempunyai alergi terhadap makanan yang diberikan. Bila Si Kecil alergi, mereka juga dapat tersedak dan mengalami masalah pernafasan.
Read more
Keseimbangan ternyata sangat penting untuk perkembangan motorik Si Kecil, loh, Moms. Dengan melatih keseimbangan Si Kecil, maka Moms dapat membuat Si Kecil lebih aktif bergerak. Dan, hal terbaiknya, hal ini juga dapat membantu Si Kecil untuk cepat dapat berjalan. Untuk membantu melatih keseimbangan Si Kecil ini, ada beberapa kegiatan yang menyenangkan yang dapat dilakukan. Meniru Gerakan Moms dapat mengajak Si Kecil bermain meniru gerakan. Moms dapat meloncat, berlari dan membentuk berbagai pose yang akan ditirukan oleh Si Kecil. Selain itu, ajak juga Si Kecil meniru mimik muka Moms. Ini juga dapat membantu Si Kecil lebih mengenal tubuhnya sendiri, yang tentunya akan membantu melatih keseimbanganya lebih baik. Setelah itu, coba buat Si Kecil yang memimpin permainan untuk membuatnya mengeksplor berbagai gerakan yang melatih keseimbangannya. Bermain Menjadi Binatang Bermain menjadi binatang juga dapat sangat membantu Si Kecil. Misalnya, menjadi kelinci atau kangguru dan melompat-lompat. Dengan seperti ini, fungsi motorik Si Kecil benar-benar teroptimalkan. Berjinjit Coba ajak Si Kecil untuk bermain berjalan berjinjit. Moms dapat memasukkan permainan ini dalam permainan binatang, karena ada banyak binatang yang berjalan dengan cara berjinjit. Misalnya, kucing, harimau atau lainnya saat akan menerkam mangsanya. Atau, bila Moms juga dapat mengajak bermain seperti peragawati dengan berjinjit melalui ruangan. Hopscotch Permainan ini membutuhkan peralatan yang sederhana. Moms hanya perlu membuat kotak-kotak yang menjadi tempat untuk melompat dan berbagai rintangan yang harus dihindari. Untuk rintangan, Moms dapat menggunakan bantal dan sejenisnya. Lalu, dari satu titik ke titik lainnya, Moms dan Si Kecil harus melaluinya dengan melompat pada kotak yang disediakan. Permainan ini dapat membantu juga melatih koordinasi tubuh Si Kecil. Memetik Bunga atau Buah Bila Moms memiliki pohon atau tanaman bunga, Moms dapat mengajak Si Kecil untuk memetiknya bersama. Tentu saja, letak bunga atau buah tersebut lebih tinggi dari tinggi badan Si Kecil. Hal ini dapat membantu Si Kecil untuk melatih otot kaki dan tangannya. Yang perlu diperhatikan, Moms harus selalu mendampingi Si Kecil saat melakukan ini. Jangan sampai Si Kecil terluka karena memegang batang yang berduri atau terkena serangga. Pada dasarnya, untuk melatih keseimbangan Si Kecil, Moms harus menstimulasi otot kaki Si Kecil. Kegiatan-kegiatan diatas dapat membantu untuk melakukan hal ini. Dan, yang jelas kegiatan-kegiatan diatas sangat menyenangkan untuk dilakukan.
Read more
Mendidik si kecil sebenarnya cukup sulit. Dads harus melakukannya dengan benar dan menghindari kesalahan. Kesalahan mendidik si kecil sering dilakukan moms dan dads. Seringkali Dads tak tahu bahwa itu adalah kesalahan yang harus dihindari saat mendidik si kecil. Apa saja kesalahan – kesalahan dalam mendidik si kecil ini ya? Mengajari Si Kecil Tak Pernah Salah Kesalahan ini sebenarnya seringkali dilakukan oleh Dads saat mendidik si kecil. Loh kok bisa? Pastinya Dads pernah melihat si kecil jatuh dan menangis. Kemudian untuk menenangkannya biasanya Dads bilang kodoknya nakal atau jalannya nakal. Sebenarnya ini terlihat sepele tetapi ini adalah pemahaman yang salah bagi si kecil karena menyalahkan benda atau orang lain. Padahal hal ini terjadi karena si kecil memang belum bisa berjalan dengan baik. Kedepannya si kecil akan cenderung menyalahkan orang lain bila berbuat salah. Bohong pada Si Kecil Apakah Dads pernah berbohong pada si kecil? Mungkin sudah sangat sering ya. Mulai saat ini sebaiknya Dads mulai menghindarinya. Berbohong apapun itu akan memiliki konsekuensi kedepannya. Si kecil menjadi tak percaya kepada Dads dan Moms. Bahkan bisa jadi si kecil akan kesulitan untuk mempercayai orang lain karena ada rasa trauma. Sering Menakut – Nakuti Si Kecil Kalimat bernada menakut – nakuti pastinya seringkali Dads lontarkan saat bersama si kecil. Misalnya, si kecil rewel, kemudian Dads mengatakan pada si kecil untuk jangan rewel, nanti kalau masih rewel didatangi orang gila. Kalimat tersebut memang terkadang manjur untuk membuat si kecil menjadi penurut. Apalagi bila yang dimunculkan adalah hal atau orang yang memang ditakuti si kecil.Tidak dilarang memang, tetapi sebaiknya sampaikan dengan baik dan benar. Jangan sampai si kecil trauma atau menjadi penakut saat sudah dewasa nanti. Berkata Jelek dan Jorok Dads pastinya pernah berkata jelek dan jorok saat bersama si kecil misalnya malas, bodoh, nakal, dan lain – lain. Sebaiknya sebisa mungkin untuk menghindari kata – kata negatif tersebut. Apapun yang Dads katakan akan diingat dan ditirukan si kecil nantinya. Si kecil akan meniru ucapan apapun yang Dads ucapkan. Jadi, berhati – hatilah. Dads pastinya tak ingin si kecil bilang goblok, bodoh, dan nakal di kemudian hari. Tahanlah bila Dads ingin mengumpat atau bisa mencoba mengumpat dengan kata – kata positif.  Itulah tadi beberapa kesalahan yang lazim dilakukan oleh Dads yang harus dihindari saat mendidik si kecil.  
Read more
Menjadi disiplin tak mudah dilakukan oleh anak kecil. Si kecil masih ingin melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya dengan mengabaikan kedisiplinan. Membuat si kecil lebih disiplin sangat sulit. Tetapi, Dads tak perlu khawatir karena bisa melatih disiplin sejak kecil. Melatih disiplin si kecil sejak dini ternyata memiliki beberapa manfaat. Apa saja manfaatnya? Memiliki Gaya Hidup Sehat Si kecil yang disiplin sejak dini pastinya akan mempunyai pola hidup yang jauh lebih sehat. Melatih kedisiplinan si kecil pastinya akan membuat si kecil memiliki kebiasaan makan dan hidup yang lebih baik dengan melakukan rutinitas sehat dan kebiasaan yang baik pula. Si kecil juga akan mampu untuk memilih makanan sehat dan waktu makan tepat. Mempunyai Kemampuan Sosial yang Sangat Baik Disiplin sejak kecil ternyata juga akan melatih kemampuan sosial si kecil dengan baik. Si kecil akan paham bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain, bertutur dengan sopan saat berkomunikasi, dan bergaul dengan luwes. Tak ada salahnya Dads melatih kedisiplinan sedari kecil agar membuat si kecil memiliki kemampuan dan jiwa sosial yang baik. Memilih Makanan Yang Sehat dan Baik Menjadi lebih disiplin ternyata membawa kebiasaan baik bagi si kecil. Si kecil mampu memilih makanan yang sehat dan baik ketika diajari kedisiplinan sejak dini. Dengan membiasakan si kecil disiplin, si kecil menjadi tahu makanan apa yang sehat dan tak sehat sehingga si kecil mampu menentukan dan memilih makanan yang sehat dan baik bagi kesehatannya. Dengan kedisiplinan dini, si kecil akan mampu mengerti beberapa efek negatif mengkonsumsi makanan tak sehat bagi kesehatannya. Lebih Teratur Saat si kecil menjadi disiplin sejak kecil, maka akan menjadi lebih teratur. Misalnya, waktunya mandi dan belajar, maka si kecil akan segera mandi dan belajar tanpa disuruh lagi. Hal ini berlaku untuk melakukan aktivitas lainnya. Si kecil tidak akan berani melanggar peraturan yang diterapkan di keluarga ataupun lingkungan sekitar. Si kecil juga tahu hal – hal yang kurang baik untuk kesehatan misalnya rokok dan alkohol. Ke depannya si kecil akan tahu dampak buruk terhadap rokok dan alkohol sehingga si kecil bisa menghindari semaksimal mungkin karena tidak berdampak baik bagi kesehatan. Membuat Lebih Percaya Diri Melatih disiplin sejak dini berdampak baik bagi jiwa si kecil. Si kecil akan lebih percaya diri karena kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, maka si kecil mampu bersikap positif dan mampu mengembangkan dirinya dengan baik.
Read more
Komunikasi yang lancar dengan si Kecil akan membangun hubungan yang kuat antara Dads dengannya. Apalagi Dads adalah kepala keluarga yang wajib membimbingnya dan membantunya dalam membentuk karakter yang baik serta berguna untuk masyarakat. Selain itu, si Kecil yang dibesarkan dalam keluarga bahagia dinilai mempunyai kemampuan sosialisasi yang bagus. Jika Dads masih merasa kesulitan atau belum tahu cara berkomunikasi dengan baik, berikut ada beberapa cara yang bisa Dads lakukan. Mendengarkan Si Kecil Jadilah pendengar yang baik untuk si Kecil. Tanyakan kegiatan apa saja yang mereka lakukan di sekolah dan simaklah setiap racauan yang mereka lontarkan. Jangan palingkan perhatian Dads ke televisi atau gawai saat si Kecil sedang bercerita. Luangkan Waktu Jika Dads termasuk orangtua yang gandrung dengan media sosial, sebaiknya kurangi waktu bermain di dunia maya dan luangkan waktu dengan mengobrol bersama si Kecil. Dads dapat mengawalinya dari minat mereka. Kemudian, masuklah ke dunia si Kecil untuk memahaminya dengan lebih baik. Kesempatan Merespons Tidak seperti orang dewasa, si Kecil membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses dan memahami perkataan Dads. Maka setelah Dads menceritakan sesuatu, berikan kesempatan untuk si Kecil untuk mencernanya sebelum memberikan respons bagi Dads. Jadi Pembimbing yang Baik Paparan perkembangan teknologi yang semakin canggih kian sulit dipisahkan dari si Kecil. Alih-alih menjauhkannya, Dads sebaiknya membimbing si Kecil untuk menggunakan gawai seperti ponsel atau tablet untuk hal-hal yang bermanfaat. Pakai Cara yang Sederhana Nalar si Kecil yang masih terbatas tentunya tidak sebanding dengan orang dewasa seperti Dads. Maka dari itu, hindari kata-kata rumit saat sedang menjelaskan sesuatu kepada si Kecil supaya dia bisa lebih cepat memahami apa yang Dads katakan. Hargai dan Hibur Si Kecil Hargai setiap pencapaian yang berhasil si Kecil raih dalam masa tumbuh kembangnya. Di sisi lain, Dads juga harus menghiburnya saat si Kecil memperoleh kegagalan. Jangan lupa untuk menumbuhkan lagi rasa percaya dirinya yang sempat turun. Sampaikan dengan Cara Positif Dalam beberapa situasi, orangtua tak jarang menggunakan intonasi tinggi saat mengawasi atau memberi pelajaran kepada si Kecil. Memang sulit dilakukan, tetapi kalau memungkinkan, Dads sebaiknya memilih cara yang lebih positif dan lembut saat hendak memerintahkan sesuatu kepada si Kecil. Ajak Si Kecil Berdiskusi Mengajak si Kecil membahas masalah keluarga memang bukan tindakan tepat karena cara berpikir mereka belum setinggi Dads. Namun, jangan sungkan untuk memberinya porsi untuk berdiskusi agar si Kecil merasa dihargai dan tidak diasingkan dari keluarga. Semoga Dads dapat membangun komunikasi yang baik dengan si Kecil!
Read more
 

Like Our page