Selain rahim, placenta merupakan bagian terpenting selama masa kehamilan. Organ yang berkembang dalam rahim ini, menjadi satu-satunya pemasok oksigen dan nutrisi bagi bayi, sekaligus menjadi jalur pembuangan limbah produk darah selama masa kehamilan. Sayang, beberapa kondisi bisa menyebabkan plasenta bermasalah, misalnya saja abrupsio plasenta, plasenta previa dan akreta plasenta. Penyebabnya pun beragam, dari mulai faktor usia, kehamilan kembar, tekanan darah tinggi, trauma pada perut dan lainnya. Moms, agar kita bisa mengenal lebih dekat tentang plasenta, berikut merupakan beberapa masalah yang biasa terjadi pada plasenta, dan berpotensi mengganggu perkembangan janin. Abrupsio plasenta Abrupsio plasenta merupakan masalah dimana plasenta lepas dari dinding bagian dalam rahim sebelum persalinan. Kondisi ini cukup berbahaya, bahkan bisa menyebabkan perdarahan di vagina, kram perut hingga rasa sakit yang tak tertahankan. Tidak hanya itu, pasokan oksigen dan nutrisi yang disediakan untuk bayi pun akan mengalami masalah. Solusinya terbaiknya adalah, melakukan persalinan dini lewat jalur operasi. Plasenta previa Plasenta previa merupakan kondisi dimana plasenta menutupi sebagian, atau bahkan seluruh leher rahim. Kondisi ini biasanya terjadi di awal kehamilan, dan berpotensi normal kembali dengan sendirinya seiring dengan rahim yang semakin tumbuh. Walaupun begitu, Moms harus tetap waspada dengan kondisi ini. Pasalnya, plasenta previa bisa mengancam keselamatan Moms dan janin dalam kandungan, terutama jika ditemukan di waktu persalinan. Plasenta akreta Plasenta akreta merupakan masalah yang terjadi karena pembuluh darah plasenta tumbuh terlalu menusuk ke dalam dinding rahim. Kondisi ini menyebabkan perdarahan yang sangat hebat di trimester akhir masa kehamilan, dan berpoetnsi menyebabkan Ibu hamil kekurangan darah setelah melahirkan. Biasanya, Ibu hamil dengan plasenta akreta membutuhkan persalinan caesar, yang disempurnakan dengan operasi pengangkatan rahim atau histerektomi abdominal. Retensio plasenta Retensio plasenta merupakan kondisi dimana plasenta tidak lepas secara secara normal pasca persalinan. Kondisi ini biasanya disebabkan karena plasenta yang terperangkap di bagian belakangan leher rahim, atau dalam beberapa kondisi ditemukan plasenta yang masih melekat didalamnya. Biasanya, jika plasenta tidak keluar dalam kurun waktu 30 s/d 60 menit, dokter akan segera melakukan pengangkatan untuk mengeluarkan plasenta tersebut secara manual. Bagaimana Moms, cukup mengerikan bukan? Semoga masalah-masalah plasenta tidak normal yang disebutkan diatas, tidak sampai menimpa Moms!
Read more
Dibanding dengan olahraga lainnya, jalan kaki merupakan olahraga yang sangat mudah dan murah. Untuk berjalan kaki, Moms bisa melakukannya dimana saja, termasuk di dalam rumah, taman belakang rumah atau kalau ingin lebih nyaman, mainkan ke taman kota atau ruang terbuka hijau lainnya. Walaupun terlihat sepele, jalan kaki ternyata punya manfaat besar lho! bahkan sebuah penelitian menyatakan jika berjalan-jalan di taman tanpa alas kaki, mampu membuat seseorang lebih awet muda, bebas stress dan jauh dari keluhan kehamilan, seperti pegal-pegal, sakit punggung dan keluhan lainnya. Selain itu, ternyata masih banyak lho manfaat lainnya yang bisa Moms rasakan jika rutin berjalan kaki selama masa kehamilan. Mau tahu apa saja Moms? Simak yuk! Efektif mengurangi risiko keluhan secara umum selama hamil, termasuk sakit pinggang, kepala pusing, mood swing, dan gangguan selama kehamilan lainnya. Mengurangi risiko diabetes, terutama diabetes gestasional yang menjadi salah satu ancaman terbesar Ibu hamil. Mampu menyehatkan jantung dan paru-paru Moms, melancarkan peredaran darah dan membuat tubuh terasa lebih segar. Efektif untuk mengurangi stres fisik dan psikis selama masa kehamilan. Ini penting lho, stres bisa menular dan berisiko menyebabkan si kecil mengalami gangguan, termasuk cengeng dan sulit untuk berkonstrentrasi. Mampu meningkatkan energi, dan menjaga kebugaran tubuh. Selain itu, dengan volume paru-paru yang meningkat, Moms tidak akan lagi menderita kelelahan selama masa kehamilan. Memudahakan persalinan normal, mengurangi efek rasa sakitnya dan sejumlah manfaat lainnya. Disamping manfaat diatas, Moms pun akan merasa didukung dan senang karena bisa menghabiskan waktu bersama seluruh keluarga. Tentu saja ini sangat baik untuk. Bagaimanapun juga, dukungan suami dan orang-orang terdekat, merupakan harta yang luar biasa bagi ibu hamil. Tapi Moms tidak bisa asal jalan saja lho! sebelum melaksanakan olahraga ini, ada baiknya pelajari dulu beberapa tips jalan kaki bagi ibu hamil dibawah ini: Ketika jalan kaki, pastikan Moms benar-benar santai dan nikmati pemandangan yang ada. Tapi ingat, pastikan juga Moms tetap konsentrasi pada jalan yang dilewati. Pastikan Moms memilih jalan dengan permukaan rata. Tidak perlu terlalu memaksakan melintasi jalanan yang permukaannya naik turun, cukup jalanan nyaman buat arena jalan kaki. Sebaiknya pilih lokasi sekitar rumah atau tempat strategis, seperti taman kota atau ruang terbuka hijau. Yang dikhawatirkan, Moms terlalu capek atau perut tiba-tiba mulas karena ingin lahiran. Walaupun asyik, sebaiknya jangan memaksakan diri. Kalau sudah merasa lelah, sebaiknya istirahat dulu, dan lanjutkan setelah badan kembali segar. Pastikan Moms menggunakan alas kaki yang baik, ringan dan mampu mendukung kegiatan Moms dengan maksimal. Bawa selalu bekal air minum. Ini penting lho, untuk mencegah Moms dehidrasi. Moms, ternyata untuk mendapatkan kehamilan sehat itu sangat mudah bukan? Makanya, mulailah cintai diri Moms dan janin dalam kandungan dengan kegiatan sederhana tapi bermanfaat. Selamat berolahraga!
Read more
Selama masa kehamilan, hormon dalam tubuh akan mengalami perubahan yang sangat besar. Hal inilah yang kemudian memicu berbagai macam perubahan, baik secara fisik ataupun psikis, termasuk timbulnya masalah sakit kepala tegang dan migrain. Biasanya, kondisi sakit kepala ini terjadi di minggu-minggu pertama masa kehamilan, dan biasanya akan menghilang sendiri ketika kehamilan sudah menginjak trimester kedua, saat hormon sudah kembali stabil. Selain itu Moms, Moms jangan khawatir, kondisi ini tidak mempengaruhi kondisi janin kok! Cara mengatasinya FYI, sampai sekarang sebenarnya para ahli kesehatan belum menemukan penyebab pasti kenapa sakit kepala bisa sering terjadi di masa awal kehamilan. Dugaan sementara, sakit kepala selama masa kehamilan ini berkaitan dengan peningkatan produksi dan aliran darah pada trimester pertama masa kehamilan. Penyebab lainnya, sakit kepala selama hamil bisa timbul karena konsumsi kafein yang mendadak hilang, stres, kurang tidur, dehidrasi, depresi, gangguan sinus, alergi, dan kelelahan. Kondisi ini biasanya makin parah diderita oleh Ibu hamil yang sebelumnya sering mengalaminya. Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Mengingat belum ditemukan penyebab pastinya, secara garis Moms disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan sehat dan air yang cukup. Pasalnya, kebutuhan cairan tubuh selama masa kehamilan meningkat tajam, terlebih untuk Moms wanita aktif. Selain itu, Moms pun disarankan untuk menjaga stamina dengan banyak melakukan istirahat, terutama mencukupi kebutuhan tidur harian. Bahkan kalau bisa, disarankan tidur 1 jam lebih awal dari jam tidur biasanya, dan bangun pada jam biasanya (usahakan 8 jam per hari). Dalam beberapa kondisi, terkadang pijatan dan menggunakan aromaterapi dibutuhkan untuk membuat tubuh Moms lebih rileks, dan aliran darah bisa berjalan normal. Tapi ingat, lakukan pemijatan di area yang tidak berisiko selama kehamilan, seperti perut dan telapak kaki. Cara lainnya, Moms bisa mengompres beberapa bagian tubuh, seperti wajah, jidat, pundak, leher atau bagian mata, dengan menggunakan kantung kompres atau handuk yang sudah dicelupkan dalam air panas. Tapi ingat, usahakan pengompresan ini dilakukan saat Moms sedang santai. Jika sakit kepala ini semakin menjadi-jadi, tidak ada salahnya Moms segera menghubungi dokter untuk meminta resep obat apa yang aman dikonsumsi selama kehamilan.
Read more
Selama si kecil masih berusia dibawah 1 tahun, banyak yang bilang kita harus siap dengan segala kemungkinan terburuk, termasuk dengan kondisi kesehatan si kecil. Ketika sakit, ada kalanya si kecil hanya butuh perawatan rumahan saja, tapi dalam beberapa kondisi, si kecil wajib dibawa ke rumah sakit. Nah Moms, agar Moms tahu kapan harus segera lari ke dokter anak atau ke rumah sakit, berikut merupakan beberapa kondisi dimana si kecil butuh pertolongan tenaga medis dengan segera! Demam Jika demam biasa, mungkin si kecil cuma masuk angin dan bisa diatasi dengan memberikan pijatan atau membiarkannya banyak istirahat. Selain itu, masih banyak hal yang bisa menyebabkan suhu tubuh si kecil meninggi, seperti setelah imunisasi atau mungkin sedang tumbuh gigi. Tapi kalau penyebab panas tinggi ini bukan karena keduanya, dan suhu tubuh si kecil sudah menginjak angka 39 derajat celcius, Moms wajib untuk segera membawa si kecil ke rumah sakit atau tenaga medis terdekat. Bahkan dalam kondisi ini, Moms bisa langsung membawanya ke UGD. Diare Masalah sistem pencernaan yang belum sempurna, telah membuat si kecil sangat rentan terserang sembelit atau diare. Nah khusus untuk diare, sebaiknya Moms harus benar-benar memperhatikannya, terlebih jika diare yang diderita si kecil sudah lebih dari 3 hari, mengeluarkan cairan berlendir, dan berbau sangit. Dalam kondisi ini, Moms wajib membawanya ke rumah sakit. Nantinya, dokter akan memeriksa kotoran si kecil, kemudian menyimpulkan penyebabnya. Setelah itu, biasanya dokter akan memberikan beberapa obat khusus, baik yang disuntikan ataupun yang diminum langsung. Batuk Pilek Di musim pancaroba seperti sekarang ini, Batuk dan pilek merupakan penyakit langganan yang biasa menyerang si kecil. Untuk pertolongan pertama, mungkin Moms bisa langsung membeli obat ke apotek atau memberikan campuran madu dan jeruk nipis sebagai solusinya. Tapi kalau batuk pilek ini sudah mengganggu tidur dan nafas si kecil sudah terlihat tersenggal-senggal, sebaiknya segera bawa si kecil ke rumah sakit. Yang dikhawatirkan, si kecil terserang penyakit lainnya yang justru lebih berbahaya ketimbang hanya batuk dan pilek saja. Makanya Moms, sangat disarankan untuk memeriksa kondisi kesehatan si kecil secara rutin, minimalnya 6 bulan sekali. Dengan begitu, dokter bisa tahu perkembangan si kecil dan riwayat kesehatannya secara lengkap, sehingga dokter akan lebih mudah memberikan solusi saat kondisi darurat menyerang.
Read more
Saat dilahirkan, sistem pencernaan si kecil masih belum sempurna. Hal inilah yang membuatnya sangat rentan terserang beberapa masalah pencernaan, termasuk konstipasi atau yang kita kenal dengan sembelit. Biasanya, kondisi ini akan membuat si kecil rewel, dan kadang membuatnya menangis ketika BAB? Lantas, apa yang harus kita lakukan? Tenang Moms, jangan terlalu khawatir! Pada dasarnya, masalah sembelit bukan hal yang harus disikapi secara berlebih. Dalam kondisi ini, si kecil sama sekali tidak butuh obat, yang perlu Moms lakukan adalah, memberikan pijatan lembut yang bisa Moms lakukan sendiri. Berikut merupakan panduan pijatan lembut bagi si kecil untuk mengatasi masalah sembelit. Pertama, usapkan minyak telon atau baby oil ke tangan, kemudian usapkan dengan lembut di bagian pusar si kecil dengan arah memutar berbentuk lingkaran kecil searah jarum jam. Dengan cara ini, makanan yang terdapat di usus halus si kecil akan terdorong dan bergerak ke arah saluran pembuangan. Pegang pergelangan kaki si kecil, kemudian tekuk salah satu kaki si kecil sambil ditekan lembut di bagian lututnya menuju perut. Setelah itu, tahan posisi ini selama beberapa detik, dan tarik kembali secara perlahan hingga lurus kembali. Ulangi untuk kaki yang satunya. Pegang kedua pergelangan kaki si kecil, kemudian tekuk keduanya secara bersamaan dan tekan hingga lututnya menyentuh perut. Tahan selama beberapa detik, kemudian tarik kembali secara perlahan hingga lurus kembali. Lakukan gerakan ini 2-3 kali. Berikan gerakan pijat I Love U. Caranya, pijat perut sebelah kiri si kecil dengan gerakan menyerupai huruf I. Garis ini ditarik dari atas ke bawah. Setelah itu, berikan gerakan pijat huruf L terbalik dari mulai sebelah kanan menuju ke sebelah kiri bawah perut bayi. Terakhir, Moms bisa mencoba gerakan pijat menyerupai huruf U, yang dimulai dari kanan menuju ke bagian kiri perut si kecil. Untuk menjaga si kecil agar tak terserang sembelit, sebaiknya Moms memberikan ASI dalam jumlah yang cukup. Pasalnya, banyak penelitian yang menyebutkan jika ASI merupakan cara efektif membangun sistem pencernaan yang sempurna. Kalau si kecil sudah berusia lebih dari 6 bulan, tidak ada salahnya Moms memberikan air putih dalam jumlah yang cukup, kurangi konsumsi susu formula, apalagi susu full cream atau produk susu lainnya yang tidak direkomendasikan untuk bayi. Selamat mencoba!
Read more
Kemampuan mendengar merupakan salah satu panca indera yang sangat penting bagi manusia. Untuk itu, mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini merupakan hal wajib yang harus Moms lakukan agar Moms bisa melakukan langkah terbaik untuk mengatasinya. Nah Moms, kalau Moms masih bingung bagaimana melakukannya, berikut merupakan cara mudah untuk mendeteksi gangguan pendengaran si kecil sejak dini. Baru lahir sampai usia 3 bulan Terlihat adem ayem alias tidak kaget ketika mendengar suara keras. Tidak memberikan respon ketika diperdengarkan suara musik atau bunyi-bunyian lainnya. Tidak bisa ditenangkan dengan suara lembut. Tidak terbangun ketika ada suara atau bunyi yang keras, walaupun si kecil sedang tidur dalam ruangan yang sunyi. Setelah usianya menginjak 2 bulan, si kecil masih belum bisa mengeluarkan suara huruf hidup, contohnya saja ohh.. dan lainnya. Setelah usianya menginjak 2 bulan, dia tidak bisa ditenangkan dengan suara Moms atau suara yang sudah familiar dengannya. Usia 4-8 bulan Tidak terlihat berusaha mencari sumber suara yang tidak terlihat olehnya. Tidak memberikan perubahan ekspresi ketika mendengar suara keras. Tidak menikmati mainan yang dibunyikan. Ketika usianya sudah menginjak 6 bulan, dia tidak mencoba menirukan suara yang dia dengar. Masih belum bisa atau belum mulai belajar mengoceh Usia 9-12 bulan Si kecil tidak langsung mencari sumber suara ketika di dengarkan suara musik atau bunyi-bunyian lainnya. Tidak memberikan respons ketika namanya dipanggil. Ketika mengoceh, si kecil tidak punya variasi bunyi apapun. Si kecil tidak membuat suara konsonan yang berbeda ketika belajar berbicara. Tidak memberikan respons ketika diperdengarkan musik, lagu atau bunyi-bunyian lainnya. Ketika sudah berusia 12 bulan, si kecil masih belum bisa mengucap kata-kata sederhana, seperti, papa, mama, dada dan lainnya. Masih belum mengerti kata-kata, ekspresi atau lainnya. Moms, kalau Moms menemukan beberapa tanda-tanda di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Kalau ditemukan adanya gangguan, biasanya dokter akan memberikan beberapa terapi khusus untuk merangsang pendengarannya. Tapi, mudah-mudahan saja si kecil masih normal ya Moms!
Read more
Sudah banyak pendidikan yang diberikan kepada si kecil di rumah, dari mulai pelajaran etika, kejujuran dan lainnya. Tapi anehnya, ketika si kecil sudah mencium lingkungan pergaulan, si malaikat kecil ini mulai bertingkah. Dia mulai menujukan sikap gemar membangkang. Apa yang harus dilakukan? Percayalah Dads, memarahi dengan telunjuk mengacung ke wajahnya atau bahkan pukulan, tidak cukup untuk membuat mereka kembali mau menuruti keinginan Dads. Saat itu memang dia menurut karena takut, tapi besok-besoknya lagi, penyakit ini akan kambuh kembali. Alih-alih memberikan pendidikan etika, kebanyakan orang tua justru secara tidak sadar telah memberikan pendidikan etika yang buruk kepada anaknya. Mereka akan berfikir jika orang tuanya saja bersikap buruk, kenapa mereka tidak boleh. Makanya, alih-alih memberikan perintah dengan label buruk, yang dibutuhkan si kecil adalah pelukan dan gaya komunikasi yang penuh kasih sayang. Selain itu, hindari memerintah dengan cara membentak, atau bahkan memberikan hukuman yang bisa saja menurut mereka tidak adil. Contoh, ketika mereka menolak untuk membereskan mainannya, sebaiknya Dads panggil si kecil dan tanyakan kenapa mainannya berantakan. Setelah itu, ajak dia berkomunikasi dan berikan gambaran akibat dari kebiasaan si kecil yang tidak mau membereskan mainanya. Misalnya, mainannya bisa hilang atau rusak. Bahkan bisa saja orang lain menganggap mainannya itu sampah, sehingga akan membuangnya. Kalau sudah begini, dia sendiri kan yang repot karena kehilangan mainan kesayangannya. Selain itu, Dads pun bisa mengajak si kecil untuk membereskan mainan tersebut bersama. Alhasil, mereka pun akan suka rela membereskan mainannya sendiri, bisa karena malu dengan sikapnya, atau bisa juga karena sadar akan kewajibannya untuk menjaga semua barang miliknya. Kalau memang dibutuhkan, Dads bisa memberikan hadiah kecil jika si kecil mampu memenuhi perintah Dads tanpa harus melawan terlebih dahulu. Dengan begitu, dia akan terangsang untuk melakukan semua kewajibannya, tanpa paksaan. Jadi intinya Dads, pada dasarnya tidak ada anak yang bermasalah atau membangkang, yang ada justru orang tua yang bermasalah dengan perintahnya atau dengan gaya komunikasinya. Dengan begitu, sebelum menunjuk hidung si kecil, mendingan pakai gaya penuh kelembutan yuk!
Read more
Satu hal yang paling ditakutkan ketika si sulung akan segera punya adik adalah, perasaan tersaingi oleh saudaranya nanti. Tentu saja ini sangat wajar. Disaat si kecil nyaman dengan perhatian dan kasih sayang dari semua pihak, tiba-tiba datang pesaing yang pasti akan merebut sebagian kasih sayang tersebut. Biasanya, perasaan khawatir ini sudah hadir sejak jauh-jauh hari, bahkan ketika sang adik masih dalam kandung. Nah Moms, bagaimana cara mengatasinya? Menurut Roslina Verauli, Psikolog anak di RS Pondok Indah Jakarta, menyatakan jika isu sibling rivalry tidak begitu saja. Bagaimanapun juga, isu ini merupakan manifestasi dari penghayatan si kecil terhadap gaya pengasuhan orang tua. Kalau selama ini orang tua mampu berlaku adil dan memperlakukannya dengan baik, sudah tentu isu ini tidak akan muncul. Lagian jarak usia antara si sulung dan si bungsu kan berbeda jauh, jasi sebenarnya ngga perlu ada yang harus dikhawatirkan. Yang harus Moms lakukan sekarang ini adalah, si kecil harus tetap diberi pengetahuan jika keluarga terdiri dari banyak bagian, yakni ayah, ibu, kakak dan adik. Untuk saat ini, si kecil mungkin masih belum resmi jadi kakak, tapi katakan jika sebentar lagi jabatannya akan meningkat. Selain itu, perkenalkan si kecil kepada pola keluarga dan perlihatkan bagaimana keindahan pola keluarga lewat dongeng atau film keharmonisan kakak adik, melihat teman, tetangga atau bahkan sepupunya. Setelah itu, katakan jika Moms akan memberikan porsi utama pengasuhan kepadanya. Selain itu, hindari memberikan perlakuan berlebihan kepada anak yang baru lahir, apalagi kalau sampai terkesan mengabaikan si kecil. Tindakan inilah yang biasanya akan jadi sumber sibling rivalry. Selain itu, usahakan untuk mengasuh anak secara bergantian bersama pasangan. Selain itu, sebagai pelengkap Moms bisa melakukan beberapa hal berikut ini. Ajak si kecil untuk ikut menemani anda ketika melakukan check up rutin ke dokter. Setelah itu, libatkan si kecil dalam setiap persiapan menjelang persalinan, seperti membeli pakaian bayi, dan perlengkapan bayi lainnya. Perkenalan si kecil dengan bayi dengan cara, mengunjungi teman atau kerabat yang memiliki bayi, kemudian ajak si kecil untuk berinteraksi dengan si bayi. Jangan lupa, biasakan untuk menyebut si kecil sebagai kakak. Tunjukkan foto ketika dia masih bayi. Bahkan kalau ada, Moms pun bisa menunjukkan hasil USG pada saat si kecil masih dalam kandungan. Berikan penjelasan jika sebentar lagi ada bayi yang akan lahir, dan akan mengubah statusnya menjadi kakak. Kemudian ajak si kecil untuk menyayangi bayi dengan mengelus perut Moms atau berinterkasi dengan janin dalam kandungan. Jangan lupa Moms, mulai sekarang Moms harus mulai membiasakan si kecil mandiri, dan bisa memutuskan keinginannya. Dengan perlakukan yang baik, dijamin si kecil akan lebih siap, bahkan lebih antusias untuk menyambut kehadiran saudara barunya.
Read more
Moms, punya anak kembar itu menyenangkan bukan? Punya baju harus sama, makanan ditata dengan desain dan bentuk yang sama, potongan rambut harus sama, beli mainan harus punya corak dan motif yang sama. Bahkan saking samanya, Moms harus memasang papan nama agar orang lain bisa membedakannya. Waduh, tidak segitunya juga kali Moms! Bagaimanapun juga, walaupun si kecil punya fisik dan bentuk wajah yang sama, di dalamnya mereka itu pribadi yang beda lho! Jadi, sebisa mungkin jauhi kebiasaan menyama-nyamakan si kembar. Menurut Psikolog Nessi Purnomo, kebiasaan menyama-nyamakan si kembar merupakan tindakan yang kurang bijak. Menurutnya, yang sama itu hanya casingnya saja. Jauh dalam diri si kembar, mereka itu merupakan pribadi yang berbeda. Lebih jauh, dengan membiasakan si kembar selalu tampil sama, nantinya mereka akan menganggap jika saudara kembar itu harus selalu sama, termasuk dalam pencapaian prestasi, hobi, cita-cita, selera makanan dan berbagai hal lainnya. Hal inilah yang membuat Nessi menekankan agar orang tua lebih banyak menonjolkan perbedaan antara mereka, termasuk dalam hal-hal kecil, contohnya saja dalam berpakaian dan model rambut. Dengan tampil berbeda, nantinya mereka akan tahu jika fisik yang sama, bukan berarti mereka harus selalu sama. Selain itu, pendekatan dengan menonjolkan perbedaan inilah yang akan membantu Moms untuk menjelaskan kepada si kembar kenapa prestasi belajar mereka berbeda, selera makanan yang berbeda dan perbedaan-perbedaan lainnya yang mungkin selama ini membuatnya bingung. Jadi, apakah si kecil tidak boleh didandanin sama? Jangan berkecil hati Moms. Menonjolkan perbedaan disini bukan berarti Moms harus selalu membuat mereka berbeda. Hanya saja, yang perlu diperhatikan itu kadarnya. Moms masih bisa memberikan pakaian yang sama, tapi bedakan dari segi warna atau coraknya. Selain itu, berikan kebebasan kepada mereka untuk memilih apa yang disukainya. Contohnya saja, jika si kakak lebih suka pakaian berwarna merah dan si adik suka pakaian berwarna biru, maka berikan pakaian sesuai dengan warna kesukaannya. Hal ini setidaknya akan membuat mereka sadar jika perbedaan bukan hal yang dilarang bagi anak kembar. Lagian, secara fisik mereka sudah sama kok, jadi nggak perlu lagi kita mengumumkan kepada dunia jika mereka anak kembar dengan memberikan atribut yang selalu sama. So, biarkan si kembar berbeda!
Read more
Sebagai orang dewasa, tentu Moms ingin punya kamar sendiri untuk sekedar merenung, meredakan gejolak jiwa, menyalurkan hobi atau ingin melakukan sesuatu yang tidak mau diketahui orang lain. Pada saat itu, Moms sangat ingin sendiri dan tidak mau diganggu oleh orang lain. Moms, inilah yang biasa kita kenal dengan istilah privacy, atau ruang sendiri yang hanya bisa dinikmati sendirian, tanpa diganggu orang lain. Nah, usut punya usut ternyata tidak hanya orang dewasa saja yang butuh privacy, anak-anak yang masih berusia dini pun butuh ruang sendiri. Bahkan kalau bisa, Moms memberikan fasilitas istimewa ini saat si kecil masih berusia dini. Kenapa harus seperti itu? Menurut Alzena Masykouri, seorang psikolog anak, menyatakan jika privasi bisa dikatakan sebagai momen atau perilaku untuk menikmati kesendirian. Hal ini termasuk juga perilaku atau keinginan si kecil untuk menyimpan barang-barang atau rahasia dan tidak ingin membaginya dengan orang lain. Walaupun begitu, Alzena menyatakan jika privasi berbeda dengan sikap tidak mau berbagi. Pasalnya, dalam sikap tidak mau berbagi, yang ditonjolkan adalah perilaku menguasai atau dominan terhadap sesuatu, sedangkan privasi hanya sikap ingin sendiri, tapi bukan untuk dikuasai. Kenapa ana-anak butuh privasi? Bagi anak-anak, fungsi kamar sendiri sedikit berbeda dengan kamar bagi orang dewasa atau anak remaja. Walaupun pada intinya sama-sama untuk menyimpan privasi, tapi bagi anak-anak, kamar bisa dikategorikan sebagai daerah kekuasaan. Selain itu, anak-anak pun terkadang ingin menyimpan dan merawat barang-barang milik pribadinya. Disinilah si kecil mulai menunjukan kemandiriannya. Jangan dicegah, biarkan si kecil berkembang dan memfungsikan ruang pribadinya sesuai dengan imajinasinya. Yang perlu Moms lakukan sekarang adalah, mengarahkan tempat-tempat yang tepat untuk barang-barang pribadi si kecil. Contohnya, laci mainan khusus untuk menyimpan Lego, Puzzle, atau mainan lainnya, dan rak buku sebagai tempat menyimpan buku. Selebihnya, biarkan imajinasi si kecil yang bertindak. Fungsi lainnya. Terkadang si kecil marah dan tidak ingin didekati siapapun. Selama tidak bertindak yang aneh-aneh, biarkan saja dia masuk ke kamarnya sebagai cara si kecil untuk menyalurkan emosinya. Selain itu, cara ini pun baik agar si kecil bisa mengolah emosinya dengan positif. Perlu di ingat Moms, memberikan kebutuhan privasi pada si kecil beda dengan mengembangkan sifat egois atau mementingkan diri sendiri. Walaupun beda alasannya, pada dasarnya semua orang butuh ruang dan waktu untuk dirinya sendiri, termasuk juga si kecil. So, berikan si kecil privasi sejak dini!
Read more
Udah lah mah, biarin aja, namanya juga anak-anak! Dads, coba Dads ingat-ingat lagi, berapa kali Dads mengatakan ucapan pembelaan tersebut ketika si kecil melakukan kesalahan? Dalam beberapa kondisi, kompromi memang dibutuhkan sebagai peringatan, sekaligus memberi kesempatan untuk si kecil memperbaiki kesalahannya. Selain itu, kompromi pun dimaksudkan untuk mengajarkan si kecil arti memberi maaf kepada orang lain. Tapi ingat, dalam aturan disiplin, ternyata ada lho beberapa aturan yang tidak boleh pakai kompromi-kompromian. Hal tersebut untuk mempertegas jika peraturan tersebut bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan. Aturan apa sajakah itu? Berikut penjelasannya. Kejujuran Dalam kondisi apapun, kejujuran merupakan hal yang harus dikedepankan. Apapun kondisinya, Dads tidak boleh memberikan toleransi untuk yang namanya kebohongan. Sekali bohong tetap bohong, tidak bisa dibungkus dengan dalih demi kebaikan, demi melindungi orang lain dan alasan lainnya. Sopan Santun Sopan santun merupakan wujud keberhasilan pendidikan budi pekerti yang Dads terapkan di rumah. Selain itu, sopan santun pun merupakan cerminan karakter kita yang sesungguhnya. Untuk itu, jangan pernah berkompromi jika si kecil bertindak tidak sopan. Jangan lupa, dorong si kecil untuk segera meminta maaf. Kesehatan Aturan mandi wajib 2 kali sehari, menggosok gigi pagi dan malam hari, menghabiskan obat walaupun tidak enak, merupakan aturan dasar dengan basis kesehatan. Untuk itu, demi kebaikan si kecil, Dads jangan pernah memberikan kompromi untuk aturan kesehatan, apapun alasannya. Pendidikan Pendidikan merupakan hal yang sangat penting! Demi masa depan si kecil, ketika dia mulai masuk sekolah, wajib hukumnya untuk berangkat sekolah pagi-pagi (kecuali sakit dan ada urusan yang sangat mendesak), tidak ada negosiasi lagi tentang kewajiban untuk mengerjakan PR dan sejumlah kewajiban lainnya. Keamanan Sebagai orang tua, tawa bahagia anak merupakan momen yang sangat indah. Tapi kalau tawa bahagia itu dilakukan diatas bahaya, jangan bersenang lagi. Segera tegakan aturan untuk tidak memainkan permainan yang bisa membahayakan, seperti main skuter di jalanan, atau ketika si kecil memukul kepala adiknya. Intinya, sebisa mungkin tegakkan aturan agar si kecil mampu bertanggung jawab dengan kewajibannya. Tapi, sebisa mungkin hindari reaksi berlebihan dan memberikan hukuman secara fisik.
Read more
Sebagai orang dengan budaya ketimuran, tidak hanya sikap saja yang harus diperhatikan, Moms pun wajib memperhatikan tutur bahasa yang menjadi ciri khas kesopanan dan identitas luhur bangsa. Tentu saja semua itu didapat dari lingkungan yang sehat dan pendidikan yang baik. Nah Moms, jika Moms ingin si kecil tidak tergerus arus negatif perubahan zaman dan berharap si kecil bisa bertutur kata yang sopan, berikut merupakan beberapa trik untuk melatihnya. Beri contoh Jerry Wyckoff, psikolog sekaligus penulis buku Twenty Teachable Virtues, menyatakan jika Moms ingin si kecil menaruh hormat dan bertutur kata yang sopan, maka Moms harus memberikan contoh kepada mereka bagaimana cara bertutur kata yang sopan. Bagaimanapun juga, anak merupakan peniru ulung orang tuanya. Selain itu, jangan biarkan si kecil bertutur kata dan bersikap sopan hanya karena diperintah. Bagaimanapun juga, pendidikan sikap tidak bisa dilakukan dengan ancaman dan ketakutan. Hindari reaksi berlebihan Jangan pernah bertindak secara berlebihan ketika si kecil mengucapkan kata-kata kasar yang dia temui dari pergaulan atau tidak sengaja terekam dari hasil pembicaraan orang-orang dewasa. Alih-alih membentak, sebaiknya katakan jika kata-kata yang diucapkannya tidak pantas dan tidak baik untuk di tiru. Ini berhubungan dengan konsep pendidikan kelembutan untuk menumbuhkan sikap sopan dari dalam diri mereka, bukan hasil ancaman dan ketakutan. Baik tetapi tegas Terkadang, dalam beberapa kondisi Moms harus bisa bersikap tegas kepadanya. Misalnya, ketika si kecil menganggap kata-kata maaf tidak berguna, disinilah Moms harus mengambil sikap. Katakan, kata maaf dan tutur kata lembut merupakan ciri budaya luhur ketimuran yang harus di junjung tinggi. Pahami perbedaan pendapat Si kecil terkadang punya pandangan berbeda mengenai hal-hal yang dia temui di luar. Misalnya saja, ketika dia melihat orang lain berkata kasar dan orangtuanya diam saja, sehingga menganggap kata-kata kasar merupakan hal yang biasa. Untuk meluruskannya, ajak si kecil duduk dan utarakan pandangan Moms. Setelah itu, berikan pilihan kepadanya, apakah ingin jadi anak yang kasar atau anak yang sopan. Biasakan tiga kata ajaib Dalam ajaran kesopanan, ada 3 kata ajaib yang harus Moms ajarkan sejak dini, maaf, tolong dan terima kasih. Ketiga kata tersebut merupakan simbol kesopanan dan harus dibiasakan sejak dini. Selain itu, tiga kata ajaib tersebut terbukti efektif untuk membiasakan si kecil berbicara sopan. Ingat Moms, tanamkan pendidikan ini secara konsisten. Dengan begitu, lambat laun si kecil akan tumbuh menjadi anak yang sopan dengan tutur kata yang lembut. Selamat mencoba!
Read more
 

Like Our page